Beranda > Karier Sukses > #SemangatHemat2017 Bisa Antar Kamu Menuju Kesuksesan Seperti 4 Desainer Indonesia Ini

#SemangatHemat2017 Bisa Antar Kamu Menuju Kesuksesan Seperti 4 Desainer Indonesia Ini

WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWinny Witra Maharani
#SemangatHemat2017 Bisa Antar Kamu Menuju Kesuksesan Seperti 4 Desainer Indonesia Iniwatermark

TUNAIKU.COM – Akhir-akhir ini nama Anniesa Hasibuan kerap mengisi portal berita atau pun berita di TV karena kasus penipuan yang dilakukan First Travel miliknya. Awalnya sih, saya juga nggak ngeh dengan sosok dia. Tapi setelah mencari tahu di internet, saya baru tahu kalau sebelum terjerat kasus ini, ternyata dia sempat melejit sebagai desainer fashion asal Indonesia pertama yang karyanya berhasil masuk New York Fashion Week (NYFW) 2016.

 

Namun prestasinya di panggung fashion dunia ini jadi tercoreng karena menurut berita yang dilansir oleh Tirto.id, Annisa diduga menggunakan dana hasil penipuan untuk mengembangkan bisnis fashion-nya, termasuk untuk tampil di NYFW 2014.

 

Tapi, nggak semua desainer Indonesia seperti itu, lho. Ya, jangan sampai catatan kelam Anniesa Hasibuan, jadi mencoreng nama desainer Indonesia secara umum. Soalnya selain dia, masih banyak desainer Indonesia yang berhasil masuk ke ajang NYFW murni karena kehebatan bakat, karya dan kerja keras mereka.

 

Bisa dibilang kerja keras dan kesuksesan mereka ini sejalan dengan #SemangatHemat2017, lho. Ya, maksudnya hemat di sini nggak melulu dalam bentuk materi lho, tapi bisa juga hemat waktu, tenaga, emosi, dan sebagainya. Sehingga akhirnya bisa mendatangkan kesuksesan bagi mereka.

 

Nggak percaya? Kalau gitu, simak yuk, kisah empat desainer Indonesia yang akan berpartisipasi di NYFW 2017 nanti.

 

1. Barli Asmara

Meski awalnya ditentang oleh orang tua, Barli keukeuh menekuni minat dan bakatnya di dunia fashion. Karena nggak diperbolehkan masuk ke jurusan fashion design, dia pun mengakalinya dengan menempuh pendidikan desain interior dan dilanjutkan dengan studi komunikasi bisnis. Dua ilmu yang walaupun nggak bersentuhan langsung dengan industri mode, namun bisa menunjang passion-nya.

 

Lantas, pintu yang ia buka selanjutnya adalah dengan mengembangkan bakat. Mulai dari sketching otodidak, mengenal pola, cutting hingga praktik membuat baju dari para tukang jahit. Dengan modal sekitar Rp 3 juta, Barli pun memulai kerja sama profesional dengan butik milik teman sekolahnya. Nggak langsung punya tempat workshop atau butik mewah seperti sekarang, awalnya Barli hanya menyewa rumah petakan untuk memulai label busananya ini.

 

Buah manis kerja keras yang efisien dan ketekunannya menghasilkan sederetan prestasi. Mulai dari Desainer Fashion Terbaik Majalah Dewi pada awal karirnya, hingga kini gaun mewahnya akan melantai di Couture Fashion Week di New York pada September mendatang.

 

Poin pembelajaran #SemangatHemat2017:

Barli memanfaatkan waktu dengan efisien untuk memerkaya diri dengan skill dan pengetahuan. Mengikuti kuliah yang bisa menunjang walau pun nggak pas, lalu tanpa ragu terjun belajar dan praktik langsung secara otodidak. Sangat hemat dalam memanfaatkan waktu dalam hidupnya. Dia juga nggak ragu memulai bisnis dengan modal kecil, alias hemat biaya. Yang penting tahu apa tujuannya dan kerja keras juga tekun menjalaninya!

 

Artikel Terkait: Mereka yang berprestasi untuk dijadikan inspirasi

  1. 7 Anak Muda Indonesia Berprestasi di Bawah 30 Tahun Melalui Inovasi
  2. Masih Muda dan Berprestasi, Ini 5 Perempuan yang Diakui Kehebatannya Oleh Dunia
  3. Jurusan Kuliah yang Ditempuh 5 Tokoh Sukses di Indonesia

 

2. Dian Pelangi

“Tanah airku tidak kulupakan Kan terkenang selama hidupku Biarpun saya pergi jauh Tidak kan hilang dari kalbu Tanah ku yang kucintai Engkau kuhargai Walaupun banyak negri kujalani Yang masyhur permai dikata orang Tetapi kampung dan rumahku Di sanalah kurasa senang Tanahku tak kulupakan Engkau kubanggakan” ••••••••••••••••••• Bersyukur Allah bisa menuntun saya berada dititik ini menjadi seorang fashion designer. Walaupun berdarah-darah perjuangan ini, berharap tiap tetes keringat adalah pahala. Karena, mengutip kata-kata Aa’ Gym pada pengajian minggu lalu, “Pekerjaan ataupun bisnis kita bisa menjadi amal shaleh jika Niatnya benar, dan Caranya juga benar” •••••••••••••••• Indonesia akan selalu ada dalam setiap jengkal karyaku. Karena cinta ini mengalir dalam setiap tetes darahku. Berkarya dengan ikhlas, berharap rezeki yang halal, mendamba menjadi manusia yang bermanfaat ? #UntukmuIndonesiaku

A post shared by Dian Pelangi (@dianpelangi) on

Usianya masih sangat muda, 26 tahun. Namun, kiprahnya di dunia fashion muslim nggak diragukan lagi. Panggung Indonesia hingga internasional sudah dicicipi, lho.

 

Jejak Dian Pelangi di dunia fashion bermula saat ia mengemban tanggung jawab meneruskan usaha butik keluarga yang sudah berdiri sejak ia lahir. Usianya pun masih 20 tahun saat itu, nggak heran kalau saat itu dia harus menghadapi banyak omongan miring yang meragukan kemampuannya.

 

Alhasil, seperti yang diceritakan Dian dalam wawancaranya dengan Wolipop.com, banyak yang meremehkan dia dan menganggap Dian itu nggak jago karena dia usahanya gampang, tinggal meneruskan bisnis orang tua. Padahal bagi Dian hal itu nggak gampang. Walaupun sudah ada usahanya, Dian sempat gugup dan khawatir bisnisnya ini malah akan mengalami kemunduran.

 

Tapi minat juga keakrabannya dengan dunia fashion yang sudah dia rasakan sejak kecil, ditambah ilmu yang dia emban dari bersekolah bisnis fashion di ESMOD Jakarta, membuat dia gigih berjuang.

 

Dalam wawancaranya dengan Youthmanual.com, Dian juga bilang jika kamu sudah tahu apa passion kamu, jangan pernah ragu untuk mendalaminya, dan jangan setengah-setengah. Soalnya gagal di usia muda itu sama dengan belajar lebih banyak di usia muda. Menurut Dian, itu artinya kesempatan kamu utuk sukses juga bisa lebih cepat!

 

Dian pun akhirnya bisa membuktikan kalau dia baik-baik saja bahkan sangat sukses menjalani bisnisnya ini. Bahkan label Dian Pelangi melancong ke berbagai negara, alias nggak hanya ‘jago kandang’. Keren!

 

Poin pembelajaran #SemangatHemat2017:

Jangan menghabiskan tenaga dan emosi mendengarkan cibiran orang luar. Karena yang tahu kemampuan dan kondisi bisnismu ya kamu, kok. Lebih baik fokuskan pikiran dan tenaga kamu untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan bisnismu!

 

3. Doris Dorothea by Fara Shahab dan Riza Assegaf


Hampir mirip dengan Dian Pelangi, brand Doris Dorothea pun bermula dari sang empu yang meneruskan usaha milik keluarga. Usaha tersebut bernama Cardina, sebuah perusahaan tannery sekaligus eksportir kulit reptil ke negara-negara pusat mode dunia seperti Paris dan Italia. Kerennya, perusahan yang mereka suplai itu melayani pembuatan produk fashion untuk brand dunia seperti Hermes hingga Bvlgari!

 

Nah, dari sinilah Reza dan Fara kepikiran untuk meneruskan cakupan pasar mereka ke negara-negara yang potensial. Makanya, walaupun brand Doris Dorothea nggak begitu tersohor di dalam negeri, brand ini justru jadi salah satu most wanted bag di pasar Timur Tengah, tepatnya Uni Emirat Arab. Saat ini, Fara dan Riza berencana ekspansi ke pasar Eropa dan Amerika, karena pangsa pasar yang sama menjanjikannya.

 

Poin pembelajaran #SemangatHemat2017:

Dari pada membuang waktu, pikiran dan tenaga untuk mencari hal baru yang belum jelas dan menjanjikan, lebih baik fokus pada apa sudah dan sedang kamu miliki. Baik itu bisnis atau skill tertentu. Dengan demikian kamu bisa hemat waktu dan tenaga untuk lebih berkembang.

 

Artikel Terkait: Pilihan gaya hidup yang mendukung #SemangatHemat2017

  1. Mengikuti Langkah dan Gaya Hidup Mark Zuckerberg; Kaya dan Sukses, Tetapi Sederhana
  2. 8 Tokoh Sukses yang Memiliki Cara Hidup Sederhana
  3. Menurut Penelitian, Belanja Setelah Pulang Kerja Bikin Boros!

 

4. Vivi Zubedy

Dulu, Vivi adalah seorang akuntan, lho. Tapi, gara-gara sudah jatuh cinta dengan industri fashion, Vivi pun memutuskan untuk banting setir jadi fashion designer dengan abaya sebagai segmen utamanya. Buat yang belum tahu apa itu abaya, abaya adalah busana wanita muslim berbentuk seperti jubah lengan panjang yang biasa dipakai oleh wanita di Arab Saudi.

 

Sebagai modal awal memasuki industri ini, Vivi pun mengikuti kursus privat untuk belajar pola selama tiga bulan. Kemudian, mulai belajar mengenal pasar abaya di Indonesia. Caranya? Memroduksinya dengan model dan material yang sesuai selera, namun tetap mempertahankan ciri khas abaya yang dominan hitam.

 

Kedepannya, Vivi berencana untuk lebih gencar memperkenalkan abaya rancangannya di pasar Indonesia. Sekaligus ingin membuat abayanya lebih ibadah friendly alias prakstis dikenakan untuk solat atau  kebutuhan haji dan umrah.

 

Poin pembelajaran #SemangatHemat2017:

Mengenali apa yang memang kamu ingin lakukan di hidup, adalah #SemangatHemat2017 juga, lho. Supaya kamu nggak kelamaan menghabiskan waktu dan tenaga, terjebak di pekerjaan yang nggak kamu sukai. Seperti Vivi yang memutuskan beralih dari akuntan menjadi fashion designer!

 

Pada akhirnya, #SemangatHemat2017 itu nggak sekadar hemat jajan. Tapi, lebih kepada hemat menggunakan sumber daya yang kamu miliki. Baik tenaga, waktu, emosi dan lainnya, yang sebenarnya selama ini bisa kamu kurangi atau bahkan singkirkan sama sekali!

 

Jadi gimana, kamu siap ikut #SemangatHemat2017?

 

CAT 1

 


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett