Beranda > Karier Sukses > Paskah Yahudi vs Paskah Kristen, Apa Bedanya?

Paskah Yahudi vs Paskah Kristen, Apa Bedanya?

Anastasia Galuh Dinung PurwaningtyasAnastasia Galuh Dinung Purwaningtyas
Paskah Yahudi vs Paskah Kristen, Apa Bedanya?watermark

TUNAIKU.COM – Secara historis, Paskah telah dirayakan jauh sebelum kelahiran Yesus Kristus yakni pada tahun 1300 Sebelum Masehi (SM). Yesus Kristus lahir sekitar tahun 6 atau 7 SM.

 

Dilansir dari Tirto.id, Paskah memperingati bebasnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Seperti ditulis oleh Vox, kisah Paskah dimulai ketika Firaun, sang penguasa Mesir, khawatir jika ledakan penduduk Yahudi di Mesir akan melebihi jumlah bangsanya sendiri. Untuk mengantisipasinya, bangsa Ibrani Kuno dipaksa menjadi budak. Tak hanya itu, setiap anak yang lahir dari bangsa Ibrani pun harus ditenggelamkan di Sungai Nil.

 

Kisah Paskah Yahudi dituliskan pula di Alkitab dalam kitab Keluaran. Musa adalah pihak yang membantu pelarian orang Israel. Namun, tidak dijelaskan secara gamblang Firaun manakah yang mengalami kekalahan karena tidak ada catatan sejarah yang menjelaskan hal ini.

 

Desember 2018, National Geographic mempublikasikan artikel berjudul “We may now know which Egyptian pharaoh challenged Moses”.

 

Banyak peneliti yang menduga, Firaun yang menjabat saat itu adalah Ramses II. Pada saat itu, bangsa Israel ditugaskan untuk membangun kota pertahanan perang bagi Mesir bernama Pitom dan Raamses, yang kemudian disebut sebagai Pi-Ramesses dan Per Atum.

 

Tradisi Paskah Yahudi

Sehari sebelum Paskah, anak sulung keluarga Yahudi berpuasa untuk mengenang selamatnya mereka dari pembunuhan anak sulung di masa Firaun.

 

Dilansir Time, kaum Yahudi melakukan upacara bernama Seder, yakni sebuah upacara perjamuan makan disertai doa, minum anggur, bernyanyi, membahas masalah keadilan sosial saat ini, dan kisah-kisah keluaran yang ditulis dalam kitab bernama Haggadah.

 

 

Artikel terkait:

Bingung Mau Ngapain di Bali Saat Hari Raya Keagamaan? Simak Kegiatan Berikut Ini!

Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 Menetapkan 10 Destinasi Wisata Halal Unggulan

Telusuri Uniknya 5 Tempat Wisata yang Mencerminkan Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia ini!

 

 

Ada berbagai hidangan menarik yang disajikan saat Paskah, misalnya roasted shank bone sebagai simbol pengorbanan Paskah, telur yang mewakili musim semi dan lingkaran kehidupan, sayuran pahit sebagai tanda getirnya perbudakan, haroset yang melambangkan mortir yang digunakan oleh orang-orang Yahudi di Mesir, serta karpa yang menggambarkan musim semi.

 

Dalam Seder, mereka juga menyertakan tiga potong matzah, kudapan mirip roti manna yakni roti yang dibawa pada saat mereka kabur dari Mesir, dan air garam sebagai simbol air mata para budak.

 

Tradisi Paskah Yahudi juga tertera di Alkitab, Paskah dirayakan untuk

merayakan pembebasan dengan memakan daging domba atau kambing jantan yang dipanggang, makan roti tidak beragi dan sayuran pahit. Mereka juga diwajibkan untuk makan roti tidak beragi selama tujuh hari lamanya. Selama perayaan, ragi tidak diperbolehkan ada di dalam rumah.

 

Penentuan hari raya Paskah juga tertera di dalam Alkitab, di Keluaran 12 “Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang.”

 

Dalam kalender Ibrani, bulan pertama adalah bulan Nissan, yang biasa jatuh di bulan Maret-April menurut kalender Gregorian.

 

Paskah Yahudi dan kebangkitan Yesus

Pernah mendengar lukisan Da Vinci bertajuk The Last Supper? Perjamuan terakhir yang diadakan oleh Yesus bagi dua belas muridnya adalah cikal bakal Paskah. Perjamuan ini adalah bagian dari tiga hari perayaan Paskah Kristen.

 

Banyak perdebatan mengenai Paskah Kristen. Umat Kristen di Asia Kecil meyakini bahwa Paskah yahudi terjadi tepat saat Yesus meninggal di kayu salib. Namun, masyarakat Barat merayakan Paskah setelah Yesus bangkit dari kematian.

 

Tahun 325, diadakanlah Konsili Nikea I, yakni pertemuan dewan ekumenis pertama dari gereja yang dihimpunkan oleh Kaisar Romawi Konstantin I. Dalam pertemuan ini, pemuka gereja membuat kesepakatan mengenai tanggal diadakannya Paskah, yakni pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama setelah ekuinoks musim semi (21 Maret), sehingga Paskah bisa jatuh pada hari Minggu antara 22 Maret hingga 25 April.

 

Karena penerapan Paskah Kristen bergantung pada Purnama, tanggalnya selalu berubah-ubah. Sedangkan Paskah Yahudi tetap dilakukan setiap hari keempat belas bulan Nissan (kalender Ibrani) dan dirayakan selama delapan hari.

 

CTABARU3

Mobile Site CTA


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett