Kalau kamu berselancar di internet, kamu akan menemukan banyak sekali tips untuk mendapatkan beasiswa luar negeri dan tips agar lancar menjalani studi di negeri orang.

 

Tetapi kalau boleh jujur, apakah ada satu artikel yang benar-benar komprehensif sehingga mampu menuntun sekaligus membuka cakrawalamu soal hidup dan berkuliah di luar negeri?

 

Kebanyakan artikel mengenai tips mendapatkan beasiswa luar negeri maupun tips kuliah di luar negeri hanya membahas aspek tersebut dari permukaannya saja. 

 

Kamu perlu membaca banyak artikel untuk mengetahui cara kuliah di luar negeri, apa manfaatnya, tips mendapatkan beasiswa, hingga jenis-jenis beasiswa luar negeri.

 

Untuk itu, kali ini saya akan membantu kamu membedah manfaat berkuliah di luar negeri sekaligus mengenalkanmu dengan berbagai jenis beasiswa luar negeri.

 

Manfaat Kuliah di luar negeri

Dilansir dari situs resmi North Carolina State University, kuliah di luar negeri akan memberikanmu perspektif dan jaringan (networking) global yang tentunya bermanfaat untuk tahapan kehidupanmu selanjutnya.

 

Selain mendapatkan gelar akademis bergengsi, kuliah di luar negeri juga memberimu kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang sangat berguna di dunia kerja.

 

Keterampilan tersebut di antaranya adalah bahasa asing, komunikasi antarbudaya, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan untuk memecahkan masalah.

 

Lebih detail lagi, setidaknya ada lima manfaat yang kamu dapatkan dengan kuliah serta mendapatkan beasiswa luar negeri, yaitu:

 

1. Memberi sudut pandang global

Survei yang dilakukan oleh Institute for the International Education of Students (IES) terhadap lebih dari 3.400 responden menunjukan, 95 persen responden sepakat bahwa studi di luar negeri memberikan perspektif global yang bermanfaat untuk pengembangan karier mereka.

 

Apapun bidang pekerjaan yang akan kamu geluti, sudut pandang global akan membuat kamu lebih visioner dan inovatif dalam setiap pengambilan keputusan profesional

2. Diversifikasi pendidikan formal

Belajar soal arsitektur di Jepang, teknik mesin di Jerman, ilmu lingkungan di Selandia Baru atau kajian media di Amerika Serikat tentu akan meningkatkan nilai portofoliomu.

 

Perusahaan-perusahaan multinasional tidak akan ragu untuk mempekerjakanmu jika dalam CV-mu tertera bahwa kamu adalah lulusan universitas top global.

 

3. Pengembangan diri

Hidup di luar negeri akan membuat kamu keluar dari zona nyaman. Tantangan yang kamu lewati setiap harinya akan membuatmu lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Keluar dari zona nyaman, keterampilanmu akan terus berkembang karena kamu akan kerap menangani hal-hal tak terduga.

 

Selain itu, belajar di luar negeri adalah pengalaman transformatif yang mendorong pertumbuhan pribadi seiring dengan peningkatan perkembangan intelektual.

 

4. Memperkuat jaringan global

Dengan berkuliah diluar negeri, kamu akan berelasi dengan orang-orang dari beragam latar belakang budaya dan negara. Secara otomatis, kamu akan menjadi bagian dari komunitas global.

 

Pada akhirnya, peluang pekerjaan yang kamu miliki setelah lulus dari luar negeri tidak hanya akan terbatas pada lapangan pekerjaan nasional saja, melainkan juga lapangan pekerjaan global.

 

Jenis-Jenis Beasiswa Luar Negeri

Kuliah di luar negeri akan semakin ringan dijalani bila kebutuhan akomodasimu selama menjalani studi terpenuhi.

 

Itulah pentingnya untuk kamu mendapatkan sponsor atau beasiswa selama kamu berkuliah di luar negeri.

 

Sebelum memberikan tips untuk mendapatkan beasiswa luar negeri, saya akan terlebih dahulu memperkenalkan jenis-jenis beasiswa luar negeri yang patut untuk kamu pertimbangkan.

 

1. Beasiswa pemerintah

Beasiswa ini umumnya diberikan oleh lembaga atau departemen milik pemerintah. Sebagai contoh di Indonesia terdapat beasiswa LPDP yang dikelola Kementerian Keuangan.

 

2. Beasiswa swasta

Beasiswa jenis ini umumnya dibuat dan dikelola oleh perusahaan swasta sebagai wujud dari kepedulian mereka terhadap dunia pendidikan, sekaligus tanggung jawab mereka untuk pengembangan sumber daya manusia setempat.

 

Sebagai contoh dari beasiswa jenis ini adalah beasiswa Djarum Foundation maupun Sampoerna Foundation yang memberikan kamu peluang untuk menjalani studi S1, S2, maupun S3 di berbagai negara di dunia.

 

3. Beasiswa negara donor

Jenis beasiswa luar negeri ini diberikan oleh negara pendonor. Hampir semua negara maju di dunia membuka peluang beasiswa bagi masyarakat dunia yang mau berkuliah di negara mereka.

 

Contoh dari beasiswa negara donor adalah beasiswa Fulbright yang disediakan Amerika Serikat, Chevening (Inggris), Australia Awards (Australia), KGSP (Korea Selatan), dan Monbukagakusho (Jepang).

 

4. Beasiswa yayasan

Sejumlah yayasan dan organisasi, baik nasional maupun internasional, juga memberikan kesempatan beasiswa luar negeri kepada masyarakat.

 

Contoh dari beasiswa yayasan adalah beasiswa Hoshizora Foundation serta beasiswa ORBIT Hasri Ainun Habibie.

 

5. Beasiswa universitas

Ada beberapa universitas di berbagai negara yang menawarkan pembiayaan akomodasi bagi calon mahasiswa berprestasi. Namun dari sisi jumlah dan kesempatan, beasiswa universitas lebih jarang dan sulit dicari dibanding jenis beasiswa lainnya.

 

Tips mendapatkan beasiswa luar negeri

Kalau kamu sudah mantap untuk mengejar beasiswa jenis ini, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dan tingkatkan untuk mempermudah jalan mendapatkan beasiswa luar negeri, yaitu:

 

1. Pertebal kemampuan bahasa Inggris

Meningkatkan kemampuan bahasa asing terutama bahasa Inggris adalah syarat mutlak yang perlu kamu penuhi jika ingin mendapatkan beasiswa luar negeri.

 

Lupakan untuk belajar TOEFL yang biasanya menjadi patokan bagi perusahaan atau universitas di dalam negeri.

 

Kampus-kampus luar negeri biasanya menggunakan standar IELTS untuk menguji kemampuan bahasa inggrismu.

 

Rata-rata kampus di Inggris atau Eropa memasang target skor IELTS minimal 6,5 – 7  untuk bisa menjadi mahasiswa asing di kampus mereka.

 

Selain perlu banyak nonton series atau film berbahasa Inggris tanpa menggunakan subtitle, kamu juga perlu les IELTS sebelum mengikuti tes untuk mendapatkan skor minimal.

 

Tips Belajar Bahasa Inggris Tanpa Les, Gratis!

9 Tips Sukses Tes Wawancara Beasiswa dalam Bahasa Inggris

 

2. Pilih program beasiswa yang cocok untuk kamu

Informasi terkait berbagai program beasiswa luar negeri telah melimpah-ruah di internet. Mulailah untuk memperdalam informasi terkait program-program beasiswa yang ada.

 

Setiap tahunnya, selalu ada ribuan hingga puluhan ribu pendaftar program beasiswa populer seperti LPDP, Chevening, ataupun Fulbright.

 

Sebagai tips untuk mengurangi persaingan, pilihlah beasiswa yang disediakan oleh yayasan maupun organisasi, dengan jumlah peminat tidak terlalu banyak.

 

3. Pilih negara yang tepat untuk studimu

Riset penting untuk menentukan negara dan kampus yang kamu tuju untuk melanjutkan studi di luar negeri. Setiap negara biasanya punya spesialisasi masing-masing terhadap bidang studi.

 

Misalnya Jepang dan Jerman dikenal sebagai tempatnya universitas top untuk teknik dan mesin, sementara Inggris dan Amerika Serikat punya banyak kampus top di bidang hukum dan ilmu sosial.

 

Namun, untuk meningkatkan peluangmu mendapat beasiswa luar negeri, tidak ada salahnya memilih negara dengan sedikit peminat.

 

Sebagai alternatif untuk mempelajari ilmu sosial kamu bisa memilih Kanada yang jumlah peminatnya relatif lebih sedikit ketimbang Amerika Serikat. 

 

Sementara untuk belajar teknik dan mesin kamu bisa memilih negara China atau Rusia yang jumlah peminatnya biasanya lebih sedikit dari Jepang atau Jerman.

 

4. Belajar membuat motivation letter

Apapun jenis dan program beasiswa luar negeri yang nantinya kamu pilih, motivation letter adalah syarat mutlak yang harus kamu penuhi untuk melamar beasiswa.

 

Motivation letter adalah esai yang menunjukkan motivasi dan tujuan kamu untuk mendapatkan beasiswa. Pemberi beasiswa akan memutuskan kamu layak atau tidak mendapatkan beasiswa dari esai tersebut.

 

5 Tips Bikin Motivation Letter Agar Pengajuan Beasiswa Sukses

 

Mulailah untuk membiasakan diri menulis menggunakan bahasa Inggris. Sebab, umumnya motivation letter untuk melamar beasiswa ini ditulis dalam bahasa Inggris.

 

Semoga dengan menyimak artikel ini, kamu mendapat pencerahan untuk membulatkan tekad mencari peluang beasiswa ini.

 

Bisa kuliah di luar negeri bukanlah hal yang mustahil. Hal itu bila kamu tidak patah arang untuk terus mencari kesempatan mendapat beasiswa luar negeri. Selamat mencoba!