SWARA – Seiring dengan perkembangan zaman, efektivitas dan efisiensi semakin dibutuhkan dalam segala kondisi dan suasana. Salah satunya adalah ketika melakukan transaksi perbankan. Kini, hampir semua bank terkemuka memiliki fitur atau layanan yang memudahkan nasabahnya dalam bertransaksi.

 

Fitur yang paling sering digunakan nasabah saat ini adalah internet banking. Fitur ini dibuat khusus oleh bank untuk memudahkan transaksi nasabah tanpa perlu datang langsung ke bank terkait. Nasabah bisa melakukan segala transaksi perbankan hanya dengan menggunakan akses internet. Internet banking ini bisa diakses melalui personal computer dan juga bisa diakses melalui gawai pribadi.

 

Kemudahan yang ditawarkan oleh internet banking membuat banyak orang menjadi bergantung dengan layanan ini. Karenanya, seiring berjalannya waktu pengguna internet banking pun semakin banyak dan akan terus bertambah di setiap waktunya.

 

Beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari fitur internet banking antara lain, hemat waktu, transaksi mudah dan juga prosesnya cepat. Selain itu, kamu bisa melakukan transaksi di mana pun kamu sedang berada, tanpa harus pusing mencari mesin ATM yang paling terdekat.

 

Cyber crime

 

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan fitur internet banking. Karena, masih ada celah untuk kemungkinan terjadinya kejahatan perbankan dalam dunia internet, atau yang biasa dikenal dengan hacking atau cyber crime.

 

Kejahatan ini akan semakin marak terjadi jika masih banyak yang belum paham mengenai cara aman transaksi internet banking. Dibutuhkan edukasi dan sosialisasi dari pihak bank kepada para nasabah mengenai proteksi untuk mencegah kejahatan di transaksi internet banking.

 

Untuk itu, berikut adalah 5 hal yang harus diperhatikan saat bertransaksi menggunakan internet banking. Kamu bisa gunakan tips ini supaya bisa terhindar dari kejahatan perbankan dalam dunia internet.

 

1. Waspada terhadap e-mail atau nomor yang mencurigakan

 

Pihak bank tidak pernah meminta data atau informasi nasabah melalui e-mail ataupun via telepon. Mereka selalu melakukan pendataan seluruh informasi nasabah di kantor bank secara langsung. Maka dari itu, jika ada e-mail atau telepon yang dirasa mencurigakan, kamu bisa langsung mengabaikannya dan juga melaporkannya ke pihak bank yang terkait.

 

Salah satu yang bisa terjadi pada transaksi internet banking adalah phising. Phising adalah tindakan meminta pengguna untuk mengungkapkan informasi rahasia dengan cara mengirimkan pesan penting palsu, dapat berupa e-mail, atau komunikasi elektronik lainnya.

 

Pesan palsu tersebut akan terlihat nyata dan seperti pesan resmi dari pihak bank, dan tentunya pesan tersebut meminta korban untuk segera mengirimkan informasi tertentu.

 

Artikel Terkait: Tips dan trik dalam menulis e-mail

  1. 7 Tips yang Wajib Dilakukan saat Menulis E-mail Profesional
  2. Ini Cara Tepat Memulihkan dan Mengatasi Facebook atau Email yang Terkena Spam
  3. Ingin Jadi Karyawan Teladan? Pahami 5 Kaidah Menulis Email Profesional yang Baik dan Benar Berikut!

 

2. Pastikan sistem proteksi di gawai tetap terkunci

 

Jika kamu menggunakan gawai untuk bertransaksi melalui internet banking, pastikan gawaimu selalu dalam keadaan terkunci. Kamu bisa gunakan fitur password atau fitur penguncian lainnya. Hal ini bertujuan supaya tidak ada seorang pun yang bisa membaca atau mengakses informasi pribadimu dari gawaimu.

 

Selain itu, kamu juga harus selalu pastikan antivirus yang ada di gawai-mu selalu diperbaharui secara berkala. Hubungkan komputer atau gawaimu dengan fitur antivirus untuk memastikan sistem keamananya. Hal ini akan membantumu untuk tetap aman dan nyaman dalam transaksi internet banking.

 

3. Lebih baik menggunakan jaringan internet pribadi

 

Jika kamu ingin bertransaksi melalui internet banking, disarankan untuk menggunakan jaringan internet pribadi dibanding menggunakan fasilitas wi-fi gratisan. Hal ini tentunya bertujuan untuk menjaga segala informasi dan data pribadi agar tetap aman.

 

Kejahatan mungkin dapat terjadi seiring dengan semakin canggihnya teknologi. Sama seperti orang lain bisa melacak dan membaca informasi pribadi kita melalui peretasan via jaringan wi-fi yang tidak aman. Saat ini, semuanya bisa dijangkau dengan mudah tanpa terpikir jika kita sedang menjadi korban kejahatan internet atau cyber crime.

 

4. Tingkatkan keamanan password rekening bank

 

Kamu bisa melakukan peningkatan kewaspadaan terhadap akun rekening bank pribadi, dengan cara menggunakan password yang aman atau dengan mengubah password rekening bank secara berkala. Jangan gunakan tanggal lahirmu sebagai password rekening bank, hal ini tentunya sangat mudah untuk dilacak oleh para pelaku kejahatan.

 

Selain itu, jika kamu sering melakukan transaksi melalui internet banking, kamu bisa mengubah passwordmu secara berkala. Hal ini tentunya menghindari kebocoran password yang bisa diketahui oleh orang di sekitar.

 

Artikel Terkait: Fakta menarik tentang rekening bank

  1. Buka Rekening Lebih Dari Satu, Penting Nggak Sih?
  2. 6 Tahapan Membuka Rekening Saham, Begini Langkahnya
  3. Ini Jumlah Rekening di Bank yang Harus Kamu Punya dan Kegunaannya

 

5. Pastikan situs yang kamu kunjungi adalah resmi

 

Sebelum kamu menggunakan internet banking, kamu harus pastikan bahwa situs yang kamu kunjungi adalah situs resmi. Kamu bisa mengeceknya dengan melihat nama atau alamat situs dan juga melihat tampilan situs web. Biasanya pada tampilan web, akan muncul logo ikon kunci gembok tertutup.

 

Hal itu bertujuan untuk melindungi informasi pribadi dan password aman dari gangguan kejahatan. Karena, saat ini banyak beredar duplikasi situs web yang bertujuan untuk mencuri data dan informasi nasabah bank.

 

Itu tadi beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kamu melakukan transaksi melalui internet banking. Semuanya bertujuan supaya transaksi tetap aman dan informasi pribadi bisa tetap terjaga.


dhandyDhandy Dwi Yustica