SWARA – Belakangan ini, semakin banyak perusahaan yang menggunakan jasa pekerja lepas atau freelancer untuk membantu memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Hal ini mereka lakukan sebab pekerjaan yang dilakukan oleh para freelancer bukanlah aktivitas atau pekerjaan vital dari perusahaan tersebut. Biasanya, pekerjaan yang dikerjakan oleh freelancer juga hanya dalam jangka waktu tertentu.

 

Menjadi seorang freelancer tentunya memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Dua hal inilah yang menjadi pertimbangan mereka dalam memilih menjadi seorang freelancer ketimbang menjadi pekerja atau pegawai tetap pada suatu naungan perusahaan atau lembaga.

 

Kelebihan dan kekurangan dari seorang freelancer

 

Pertama, kelebihan yang bisa dirasakan oleh seorang freelancer adalah bisa bekerja secara remote atau sesuka hati. Mereka bisa mengerjakan pekerjaan mereka di rumah ataupun di mana pun mereka sedang berada. Biasanya, pemberian pekerjaan kepada freelancer dilakukan suatu perusahaan dengan cara kontak mobile atau via e-mail.

 

Kedua, kelebihan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh para freelancer adalah bisa bekerja pada beberapa perusahaan sekaligus. Hal ini tentunya disesuaikan dengan kapasitas dan juga kemampuan dari freelancer tersebut. Dengan bekerja pada beberapa tempat sekaligus, tentunya penghasilan yang akan diperoleh juga akan berkali-kali lipat.

 

Nah, itu adalah beberapa kelebihan yang bisa dirasakan oleh para freelancer. Selanjutnya, ada juga kekurangan yang bisa dirasakan oleh para freelancer.

 

Kekurangannya adalah freelancer tidak bisa memiliki penghasilan yang tetap. Selain itu, mereka juga tidak memiliki ikatan atau kontrak pada suatu perusahaan. Hal ini menyebabkan kondisi keuangan dari para freelancer juga tidak stabil bila dibanding para pekerja atau pegawai tetap. Mereka hanya mengandalkan proyek-proyek yang diberikan suatu perusahaan pada dirinya.

 

Bagaimana jika seorang freelancer ingin mengajukan KPR?

 

Memiliki rumah pribadi adalah impian bagi setiap orang. Namun, seiring berjalannya waktu, harga properti seperti rumah juga semakin meroket dan meningkat setiap tahunnya. Hal ini yang membuat beberapa orang menjadi kesulitan membeli rumah secara tunai. Karenanya, Kredit Pemilikan Rumah atau KPR menjadi andalan bagi sebagian orang sebagai solusi dalam membeli sebuah rumah.

 

Seperti yang diketahui, fasilitas KPR bisa memberikan nilai hingga ratusan juta dalam pembiayaan sebuah rumah. Pihak bank akan sangat berhati-hati dalam memilih calon nasabah penerima KPR. Maka dari itu, tidak semua orang bisa mendapatkan fasilitas KPR tersebut.

 

Hal ini tentunya cukup menyulitkan bagi para freelancer. Sebab, pihak bank akan meminta sejumlah data yang terkait dengan jumlah penghasilan atau pendapatan yang diperoleh tiap bulannya. Karena, hal ini menyangkut dengan kemampuan calon nasabah dalam membayar cicilan dari sisa kredit pembelian rumah.

 

Pihak bank akan meminta slip gaji sebagai bukti jumlah penghasilan yang diperoleh pada tiap bulannya. Nah, hal itulah yang menjadi kendala bagi para freelancer untuk mengajukan sebuah KPR. Karena, freelancer sudah pasti tidak memiliki slip gaji, walaupun penghasilan mereka jumlahnya tidak jauh berbeda dengan penghasilan pegawai tetap.

 

Artikel Terkait: Ragam menarik tentang freelancer

  1. Manfaatkan Momen Pemilu, Inilah 5 Profesi yang Banyak Dicari!
  2. Rintis Profesi Freelancer, Ini 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan
  3. Untuk Freelancer, Pahami Soal Pajak yang Harus Dibayar!

Tips bagi freelancer yang ingin mengajukan KPR

 

Dalam perkembangannya, saat ini freelancer juga masih memiliki peluang untuk mengambil fasilitas KPR. Selama syarat pengajuan dan ketentuan yang berkaitan dengan pembayaran bisa terpenuhi, maka pengajuan KPR dari seorang freelancer masih memiliki peluang untuk diterima oleh pihak bank.

 

Ini adalah beberapa tips supaya pengajuan KPR seorang freelancer bisa diterima oleh pihak bank:

 

1. Lampirkan data klien atau pelanggan yang menggunakan jasamu

 

Kamu bisa melampirkan data-data klien yang telah menggunakan jasamu. Semakin banyak jumlah klien yang sudah dilayani, semakin besar pula jam terbang yang telah kamu lalui. Hal ini berguna untuk meningkatkan kepercayaan pihak bank dalam proses pengajuan KPR.

 

2. Lampirkan bukti transaksi keuangan atau transfer upah atas jasamu

 

Salah satu data yang bisa membuatmu diterima dalam pengajuan KPR adalah riwayat transaksi keuangan atau transfer upah yang telah diterima. Ini bisa menjadi pengganti slip kerja dalam syarat pengajuan KPR. Jika kamu memiliki riwayat yang baik dan berkesinambungan, kemungkinan pengajuanmu diterima juga akan semakin besar.

 

3. Pastikan rasio pendapatan jauh lebih besar dari nilai angsuran

 

Selain riwayat transaksi dan riwayat klien yang sudah dilayani, kamu juga bisa menunjukkan riwayat tabunganmu. Hal ini bisa kamu lakukan sebagai bukti bahwa rasio pendapatanmu nilainya lebih besar daripada jumlah angsuran. Intinya, semakin besar jumlah tabungan, semakin besar pula kemungkinan pengajuan KPR-mu diterima.

 

Artikel Terkait: Kiat-kiat saat ingin menggunakan fasilitas KPR

  1. Penting, Ini Kiat Melunasi KPR dengan Cepat
  2. 7 Pertanyaan yang Wajib Diajukan saat Mengambil KPR
  3. Selain KPR, Kredit In-House Jadi Solusi untuk Miliki Hunian

 

Berikutnya adalah tips pribadi untuk para freelancer sebelum mengajukan KPR

 

1. Pastikan kondisi keuangan sedang baik dan juga sehat

 

Sebelum mengajukan KPR, pastikan kondisi keuanganmu sedang baik-baik saja. Supaya, KPR yang kamu ajukan tidak menyebabkan beban baru pada kondisi keuanganmu.

 

2. Sesuaikan harga rumah dengan kondisi keuangan

 

Lebih baik, kamu memilih rumah dengan harga yang sesuai dengan kondisi keuangan. Anggap saja rumah ini sebagai modal utama dalam menyongsong masa depanmu yang lebih baik.

 

3. Selesaikan cicilan lain sebelum mengajukan KPR

 

Untuk berjaga-jaga, selesaikan dahulu cicilan lain sebelum mengajukan KPR. Hal ini tentunya akan memudahkan dan meringankanmu dalam melunasi cicilan-cicilanmu.

 

4. Sediakan uang muka dengan jumlah yang tepat

 

Setiap pengajuan KPR pasti dibutuhkan uang muka atau DP. Biasanya, jumlah yang dibutuhkan adalah setidaknya 25-30% dari total harga sebuah rumah. Oleh karena itu, kamu harus menyiapkan sejumlah uang muka sebelum mengajukan KPR.

 

5. Miliki dana darurat

 

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Pernyataan tersebut berhubungan dengan kepemilikan dana darurat saat mengajukan KPR. Karena, dana darurat ini bisa digunakan saat kamu benar-benar tidak memiliki uang untuk membayar biaya cicilan. Selain itu, dana darurat juga bisa diperuntukkan untuk kebutuhan lainnya yang sifatnya mendadak ataupun darurat.

 

Nah, itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kamu perhatikan sebelum mengajukan KPR. Jangan takut atau menyerah karena pekerjaanmu sebagai freelancer, selagi kamu bisa meyakinkan pihak bank, kemungkinan pengajuan KPR pun akan semakin besar.

 

Ingat, kamu juga harus selalu berkomitmen untuk selalu dan rajin membayar cicilan KPR tersebut, agar namamu di dalam BI Checking tetap baik.


dhandyDhandy Dwi Yustica