SWARA–Bisa memiliki hunian sendiri memang menjadi keinginan setiap orang. Sayangnya, harga rumah sekarang ini ya mahal banget. Perlu program dan promo khusus agar kita bisa memiliki rumah dalam waktu dekat. Program KPR rumah baru dan KPR rumah bekas, contohnya.

 

Artikel Terkait: Pengin Punya KPR? Baca Ini

  1. Simak Perbedaan Membeli Rumah Baru dan Bekas dengan Menggunakan KPR
  2. Tips Ambil KPR Untuk Pemula
  3. 7 Pertanyaan yang Wajib Diajukan saat Mengambil KPR

 

KPR rumah baru dengan KPR rumah bekas tentu berbeda. Dari segi sistem, proses sampai pembayaran sudah berbeda. Lalu apa saja perbedaan itu? Yuk, simak!

 

1. Kesepakatan

Perbedaan pertama antara KPR rumah bekas dengan KPR rumah baru terletak pada kesepakatannya. Jika pada KPR rumah baru kamu menghubungi developer terlebih dahulu, pada KPR rumah bekas kamu bisa langsung menghubungi pemilik rumah. Lalu jika kalian sudah menyepakati harga, entah itu dengan developer maupun dengan pemilik rumah, kamu bisa langsung mengurus langkah selanjutnya di bank.

 

2. Proses pengurusan

Jika pada KPR rumah baru developer akan memberikan salinan berupa surat serifikat tanah, izin mendirikan bangunan, dan surat jadi transaksi, di proses KPR rumah bekas setelah mengumpulkan sarat-sarat kamu mendapatkan salinan surat-surat rumah dari pemilik langsung. Nah, jika KPR yang kamu pilih adalah rumah bekas, ajak pemilik rumah sekalian ke bank agar pihak bank lebih yakin. 

 

3. Prosedur dari bank

Baik di KPR rumah baru maupun KPR rumah bekas, kamu akan mengalami yang namanya BI Checking. Bedanya jika di KPR rumah baru harusnya sudah ada perjanjian antara pihak bank dengan developer. Jika ternyata antara developer dengan bank belum ada kesepakatan, harus ada yang namanya appraisal. Appraisal merupakan penaksiran dari pihak bank terhadap harga rumah yang kamu beli. Adapun bank hanya akan memberikan KPR sesuai harga appraisal yang mereka peroleh. Sedangkan pada rumah bekas, tetap dimungkinkan adanya appraisal.  

 

4. Proses appraisal

Baik di KPR rumah baru atau bekas, pembeli sama-sama melalui proses tanda tangan akad kredit. Tentu ini bersumber pada Surat Persetujuan Kredit (SPK) dan dilakukan di depan notaris. Hanya saja, di KPR rumah baru harus mendatangkan pembeli, perwakilan bank, dan developer. Sedangkan pada KPR rumah bekas, cukup mendatangkan pembeli, penjual, dan perwakilan bank.  

 

5. Pembayaran Down Payment (DP)

Nanti dalam pembayan DP KPR rumah baru, developer nggak memiliki urusan sama sekali. Baik pada rumah baru maupun bekas, pembayaran DP dilakukan langsung antara pembeli pada bank. Hanya saja pada rumah baru, pada beberapa kasus mereka mau memberikan fasilitas berupa cicilan untuk DP. Sedangkan untuk rumah bekas, penjual pasti pengin menerima pembayaran DP secara cash.

 

Artikel Terkait: Cara Mendapatkan Uang untuk KPR

  1. Siapa Bilang Freelancer Tak Bisa Ajukan KPR? Inilah Tipsnya!
  2. 5 Cara Jitu Mengumpulkan Uang Muka KPR, Biar Tabunganmu Tak Habis Dalam Sekejap!
  3. Permudah KPR bagi Pasangan Muda dengan Kredit Online Terbaik Tunaiku

 

6. Ada-tidaknya biaya tambahan  

Baik KPR rumah baru dengan rumah bekas memungkinkan adanya biaya tambahan. Pada KPR rumah baru, jika developer sudah menjalin kerja sama dengan pihak bank, kamu nggak akan terkena biaya tambahan selain booking fee. Sedangkan pada rumah bekas, semua tergantung negosiasi antara kamu dengan pihak penjual. Adapun biaya tambahan ini meliputi asuransi, provisi, dan notaris.

 

Itu dia perbedaan antara KPR rumah baru dengan KPR rumah bekas. Pertimbangan yang harus kamu perhatikan adalah mana yang memungkinkan lebih murah? Sebagai contoh memilih KPR rumah bekas karena bisa bernegosiasi sehingga terbebas dari biaya tambahan.  

 

Ajukan pinjaman uang tanpa agunan, tanpa kartu kredit hanya di Tunaiku sekarang juga! Pinjaman dari Rp2-20 juta yang dapat diangsur mulai 6-20 bulan. 

 

TRI PUSPITASARI  TRI PUSPITASARI

 

CTABARU3

Mobile Site CTA