SWARA – Masih banyak orang yang beranggapan bahwa memiliki hunian horizontal alias rumah jauh lebih baik dibandingkan apartemen. Memiliki rumah berarti memberi kesempatan kepada anak untuk dapat melakukan permainan tradisional di depan rumah bersama anak tetangga. Banyak orang percaya bahwa hunian horizontal bisa memberikan dampak yang baik bagi tumbuh kembang anak.

 

Namun, harga rumah saat ini sangatlah tinggi sehingga fasilitas pembayaran rumah seperti Kredit Pembelian Rumah (KPR) sangatlah membantu. Sayangnya, pada prakteknya tidak semudah itu. Ancaman kredit macet masih membayangi orang-orang yang ingin memiliki rumah. Risiko ini memang selalu ada dalam setiap pemberian kredit, untuk itu bank selalu berusaha meminimalisir kemungkinan ini dengan melakukan investigasi mendalam mengenai kesiapan calon kreditur dalam mencicil KPR.

 

Dalam beberapa kasus, sering terjadi kredit macet. Rumah sebagai barang jaminan disita oleh pihak bank dan dilelang melalui balai lelang untuk menutup kerugian bank atas keberadaan kredit nasabah yang macet.

 

Walaupun terlihat sebagai masalah, di sisi lain kredit macet memberikan peluang bagi orang yang ingin memiliki rumah. Biasanya pihak bank tidak akan membiarkan rumah sitaan menganggur terlalu lama. Untuk itu, rumah hasil sitaan ini dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Bila beruntung, kamu bisa mendapat rumah bahkan dengan harga setengah harga aslinya.

 

Cara membeli rumah hasil sitaan bank

 

Tidak semua rumah sitaan dijual melalui balai lelang. Jika rumah sitaan tidak laku, rumah ini akan menjadi properti milik bank alias REO (Real Estate Owned). Bank akan mengelola aset yang dimilikinya, dan dititipkan ke agen properti supaya dijual sesuai properti lainnya.

 

Kamu akan lebih mudah membeli REO dibandingkan langsung beli dari pemilik rumah. Bagaimana caranya membeli REO secara langsung?

 

1. Cari informasi lengkap tentang REO

 

Ada tiga tempat yang dapat kamu pertimbangkan untuk mencari REO, yaitu:

  • Daftar lengkap properti MLS (Multiple Listing Service) yang penuh REO
  • Dalam situs web bank yang memasang daftar stok REO di laman mereka
  • Dalam situs web jasa penjualan rumah sitaan

 

2. Minta persetujuan awal penarikan pinjaman

 

Setelah informasi mengenai REO didapatkan, pastikan kamu meminta persetujuan awal pemberian pinjaman pada bank. Bank akan menganalisis laporan keuangan dan menilai kredit calon debitur sebelum memberikan persetujuan.

 

 

Artikel terkait:

Rumah Kamu Terletak di Pinggir Jalan? Perhatikan 5 Hal Ini Agar Rumah Tetap Aman

Mau Beli Rumah Meski Gaji 5 Juta? Begini Caranya!

Jangan Disepelekan, Ini Persyaratan dan Proses Klaim Asuransi Rumah

 

 

3. Cek apakah rumah dijual dengan harga pasar atau diskon

 

Memang, REO sering ditawarkan dengan nilai yang kompetitif di pasar properti. Kamu harus berhati-hati dalam memilih rumah, karena rumah yang dijual dengan harga diskon biasanya properti bermasalah, sedangkan properti yang tidak bermasalah ditawarkan dengan harga pasar. Kamu juga harus melakukan penilaian dan pemeriksaan terkait jaringan listrik.

 

4. Cek keabsahan dan follow-up pihak bank agar segera mendapat respon

 

Sebelum kamu follow-up, kamu harus mengecek keabsahan sertifikat bukti kepemilikan tanah. Harga SEO cenderung lebih murah dibanding harga pasar sehingga bank seringkali jarang memberikan respon terkait follow-up yang kamu lakukan. Rajin-rajinlah melakukan follow-up.

 

Kalau kamu mengerti sistem lelang bank, kamu berpotensi mendapatkan harga murah untuk rumah idamanmu. Harganya memang cukup miring, namun biasanya ada beberapa konsekuensi yang kerap kali muncul seperti sengketa hukum. Apakah kamu siap menghadapi sengketa semacam ini? Jika kamu siap, tidak ada salahnya membeli rumah sitaan dengan harga murah.

 


Anastasia Galuh Dinung Purwaningtyas Anastasia Galuh Dinung Purwaningtyas