SWARA– Kamu mungkin nggak akan suka fakta ini. Namun, penelitian menunjukkan, ada 23% laki-laki dan 12% perempuan yang sudah menikah pernah berhubungan seksual dengan orang lain selain pasangan mereka. Jadi, meskipun sebenarnya nggak pernah ada orang yang mau terlibat di dalamnya, perselingkuhan ada di mana-mana!

 

Nah, definisi selingkuh sendiri beragam tergantung perspektif orang. Ada yang mengategorikan selingkuh sebagai tindakan berbohong dengan pasangan, chatting dengan lawan jenis, sexting, hingga hubungan seksual. Ada pula yang sudah marah dan menganggap pasangannya berselingkuh hanya karena flirting atau menggoda lawan jenis. Dalam sebuah hubungan, ternyata definisi yang terakhir juga punya istilah lain, lho, yaitu micro-cheating.

 

Artikel Terkait: Hal-hal yang Harus Kamu Tahu Soal Perselingkuhan

  1. Pemilik Profesi yang Paling Jarang Selingkuh Menurut Survei
  2. Promosi Jabatan Ternyata Bisa Picu Seseorang untuk Selingkuh, Lho!
  3. Apakah Sekali Selingkuh Selamanya Akan Selingkuh? Ini Penjelasan Ahli

 

Apa itu micro-cheating?

Micro-cheating merujuk pada semua tindakan menggoda lawan jenis (atau orang selain pasangan) yang dianggap berpotensi menggoyahkan kesetiaan. Bentuknya beragam. Mulai dari menggoda rekan kerja, berkomunikasi intens di chat atau media sosial, sering ngobrol atau terlalu ramah dengan orang selain pasangan, hingga sekadar iseng bermain aplikasi dating seperti Tinder. Adapun sama seperti perselingkuhan, definisi micro-cheating beragam, tergantung nilai-nilai dan prioritas hubungan seseorang.

 

Bahayakah Micro-cheating bagi pernikahan?

Pada dasarnya, micro-cheating sebenarnya bukan hal yang harus dikhawatirkan. Tentu saja, dengan catatan selama tidak melewati batas dan melibatkan perasaan maupun hubungan intim. Apalagi, baik laki-laki maupun perempuan sulit untuk tidak tergoda dan menganggap orang lain lebih menarik dari pasangan mereka.

 

Adapun mayoritas micro-cheating umum dilakukan karena dorongan ego dan umumnya tidak memengaruhi perasaan dan komitmen yang sudah dibuat. Dengan kata lain, orang-orang yang sudah berkomitmen dan mencintai pasangannya, tidak mungkin mengorbankan hubungan mereka hanya karena tertarik secara spontan dengan orang lain. Di sisi lain, penelitian menegaskan, ada kalanya ketika seseorang berhubungan seksual, mereka juga berkhayal tentang seseorang selain pasangan. Segi positifnya, hal ini bisa baik untuk hubungan pernikahan sebab kamu (atau dia) bisa tetap bergairah di ranjang.

 

Namun, jangan keburu tenang apalagi mendapat alasan untuk melakukan micro-cheating, ya. Pasalnya, tindakan ini juga bisa menjadi bumerang bagi hubunganmu. Mula-mula, hanya mengobrol biasa dengan rekan kerja, lalu nongkrong, kemudian liburan bareng, dan berlanjut baper. Bagaimanapun, sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab, kamu juga harus menjaga jarak dan perasaan pasangan. Tolok ukurnya, jika interaksi kamu dengan orang di luar pasangan sampai mengorbankan waktu, energi secara fisik maupun emosional, berarti ada yang salah dengan micro-cheating-mu.

 

Paling penting, berinteraksi atau dekat dengan lawan jenis selain pasangan mungkin tidak akan mengurangi komitmenmu. Namun, bayangkan jika pasanganmu tahu, hal tersebut pasti akan membuatnya tidak nyaman. Lagi pula, bukankah sebuah hubungan tidak lagi sehat jika salah satu pihak merasa nggak nyaman?

 

Artikel Terkait: Meningkatkan Kualitas Hubungan

  1. 7 Kiat Jitu Terapkan Prinsip ‘Take it Slow’ Agar Hubungan Bertahan Lama
  2. Tinggalkan Hal Berikut Ini untuk Hubungan yang Lebih Berkualitas
  3. Waspadai 5 Tanda Kamu Menjalani Hubungan dengan Pria yang Salah

 

Menghadapi micro-cheating

Dalam sebuah pernikahan, aneh rasanya kalau nggak ada masalah. Salah satunya, terkait dengan ujian “komitmen” kedua belah pihak, seperti micro-cheating.

 

Adapun satu kunci untuk menghadapi micro-cheating ada pada komunikasi yang proaktif. Sedari awal, kamu berdua harus mendiskusikan batasan-batasan: yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam hubungan untuk kenyamanan masing-masing.

 

Selain itu, caramu menyampaikan masalah ini juga penting. Jika kamu merasa pasangan berbuat kesalahan, cobalah untuk menyampaikannya dengan tenang, mendengarkan secara objektif, dan memberikan pertimbangan secara baik-baik. Bukan dengan menyalahkannya bahkan memaki secara agresif. “Menyerangnya” atau bertengkar keras dengan pasangan tidak akan membuahkan hasil. Sebab, umumnya orang yang merasa diserang akan bersikap defensif untuk mempertahankan diri.

 

Pada akhirnya, kedua belah pihak harus sama-sama terbuka dan bekerja sama ketika menghadapi micro-cheating. Ketika kamu menjadi pihak yang dirugikan, cobalah untuk menerima “kecurangannya” dan menganalisis: apa yang menarik sehingga pasangan melirik orang lain? Apa kelebihan orang lain dibandingkan aku?

 

Jika alasannya adalah karena pasangan punya kebutuhan yang tidak terpenuhi ketika bersama denganmu, inilah saatnya untuk berubah dan memperbaiki hubungan.

 

Bagaimana dengan artikel yang kamu baca hari ini? Semoga bermanfaat untukmu, ya.

Jangan lupa, Tunaiku menyediakan pinjaman tunai cepat dan mudah, mulai dari Rp2-20 juta, yang bisa diangsur mulai dari 6-20 bulan. Yuk, ajukan pinjamanmu sekarang!


NOBERTA JEANIENOBERTA JEANIE