Beranda > Gaya Hidup > Mau Balik Nama Motor? Ini Dia Proses dan Rincian Biaya yang Wajib Kamu Tahu!

Mau Balik Nama Motor? Ini Dia Proses dan Rincian Biaya yang Wajib Kamu Tahu!

WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWinny Witra Maharani
Mau Balik Nama Motor? Ini Dia Proses dan  Rincian Biaya yang Wajib Kamu Tahu!watermark

TUNAIKU.COM – Beli motor bekas, memang lebih murah. Namun, ada repotnya juga. Soalnya, Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) masih pakai nama pemilik asli. Jadi, kamu harus mengubah namanya. Proses pengubahan ini lazim dikenal sebagai Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Wajib dilakukan, supaya kamu nggak repot saat harus mengurus perpanjangan STNK dan BPKB di tahun-tahun berikutnya.

 

Mengurus hal-hal seperti ini memang bikin keder di awal. Setelahnya, pasti  kamu harus kuat menghadapi birokrasi yang berbelit. Bisa saja, kamu terima beres dengan membayar jasa pengurusan BBNKB. Namun, jadinya lebih mahal.

 

Saran saya sih, kamu lebih baik urus sendiri. Hitung-hitung, mengenal proses dan supaya nggak tekor saja, sih.

 

Oleh karena itu, kali ini mari kita simak rincian proses dan biaya BBNKB 2019 yang wajib kamu tahu.

 

Artikel: Serba-Serbi Beli Kendaraan Roda Dua

  1. Pengin Beli Motor Tunai? Pahami Lebih dan Kurangnya, Ya!
  2. Mau Kredit Motor? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya!
  3. Ini 10 Trik Membeli Motor Murah Berkualitas Tinggi Tanpa Tertipu

 

Proses birokrasi BBNKB 2019

Mengurus BBNKB itu terbagi menjadi dua tahap, yaitu, mengurus STNK di Kantor SAMSAT (Sistem Manunggal Satu Atap) dan mengurus BPKB di Polda. Urutannya sebagai berikut!

 

Mengurus STNK di Kantor SAMSAT

1. Kunjungi Kantor SAMSAT terdekat di domisilimu

Di Jakarta, kamu bisa cek lokasinya di http://bprd.jakarta.go.id/lokasi-pelayanan-samsat-dan-humas-dpp/.

 

Nah, saat ke SAMSAT, kamu harus menyerahkan beberapa dokumen seperti (a) KTP, (b) STNK, (c) BPKB, dan (d) kuitansi pembelian dengan tanda tangan bermaterai (jangan lupa fotokopi semua dokumen sebanyak dua rangkap).

 

2. Tes fisik kendaraan

Selanjutnya, akan ada proses tes fisik kendaraan oleh petugas SAMSAT. Hasil tes fisik ini berupa Nomor Rangka dan Nomor Mesin Kendaraan. Berikan hasil tes fisik ini bersama dengan dokumen di poin 2 ke loket tes fisik kendaraan. Bayar sebesar Rp30 ribu untuk proses verifikasi. Jika berhasil, petugas loket akan menyerahkan kembali berkas-berkasnya. Sekali lagi, fotokopi dokumen hasil tes fisik.

 

3. Pendaftaran balik nama STNK

Setelah tes fisik selesai, di hari yang sama kamu harus mendatangi loket pendaftaran balik nama. Berikan semua berkas di poin 2 dan 3, beserta fotokopinya untuk diperiksa. Di proses ini, kamu harus kembali membayar uang pendaftaran sebesar Rp30 ribu.  Setelah selesai, kamu akan diberikan tanda terima bahwa pengajuan STNK sedang diproses. Berkas-berkas akan dikembalikan, kecuali STNK asli dan fotokopi. Kamu juga akan diberikan jadwal datang kembali untuk mengambil STNK baru yang sudah atas namamu.

 

4. Penjemputan STNK baru

Di hari yang telah ditentukan, datangi kembali loket balik nama dan berikan tanda terima di poin 4, beserta berkas-berkas di poin 2 dan 3. Siapkan juga sejumlah dana untuk pembayaran STNK baru ini, dengan rincian sebagai berikut:

 

PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)                                                               : Rp300 ribu

BBNKB (Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor                                    : Rp200 ribu

SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)   : Rp35 ribu

Administrasi STNK                                                                                          : Rp25 ribu

Administrasi TNKB (Tanda Nama Kendaraan Bermotor)                      : Rp60 ribu

TOTAL                : Rp620 ribu

 

Untuk jaga-jaga, tentu kamu sebaiknya bawa uang lebih, ya. Karena ada kemungkinan harus bayar denda jika ada keterlambatan di pembayaran sebelumnya. Alias saat motor ini masih dimiliki empunya yang dulu.

 

Nah, sekarang kamu sudah memiliki STNK baru. Namun, prosesnya belum selesai. Karena kamu harus mengurus BPKB juga. Untuk mengurus BPKB, simak prosesnya di bawah.

 

Mengurus BPKB di Polda

1. Datangi kantor Polda domisilimu dengan membawa berkas dan fotokopinya

Berkas yang harus kamu bawa adalah (a) KTP, (b), STNK baru, (c) hasil tes fisik kendaraan, (d) kuitansi pembelian motor dengan tanda tangan bermaterai, dan (e) BPKB lama.

 

2. Datangi loket balik nama BPKB yang ada di Polda.

Ambil antrian dan formulir Bea Balik Nama BPKB Isi dengan lengkap. Bawa ke loket pembayaran BRI yang tersedia, dan bayar biayanya sebesar Rp80 ribu.

 

3. Fotokopi bukti pembayaran, dan tempelkan pada formulir pendaftaran tersebut

Berikan semua berkas termasuk di poin 1 kepada petugas loket balik nama BPKB. Kamu akan menerima tanda terima, yang didalamnya tertera tanggal pengambilan BPKB baru. Simpan baik-baik tanda terima ini dan bukti pembayaran Rp80 ribu yang asli, karena akan digunakan sebagai syarat pengambilan BPKB baru.

 

Artikel Terkait: Pilihan Motor untuk Target 2019

  1. 5 Motor Retro tanpa Modifikasi yang Siap Mencuri Perhatian
  2. 5 Motor Honda Matic Terbaik yang Bisa Kamu Lirik
  3. 7 Rekomendasi Motor Sport Murah yang Bisa Kamu Koleksi

 

4. Pada tanggal yang telah ditentukan, datang lagi ke loket balik nama BPKB

Antre terlebih dahulu sampai namamu dipanggil. Serahkan tanda terima dan bukti pembayaran di poin 4, serta fotokopi KTP. Setelah proses ini selesai, BPKB-mu sudah bisa diambil.

 

Nah, selamat! Kamu sudah memiliki STNK dan BPKB sah atas namamu sendiri.

 

Setelah melihat rincian di atas, maka kita bisa cek nih, total pengeluaran yang dibutuhkan. Kira-kira seperti berikut.

 

Total Biaya di SAMSAT

1. Tes Fisik Kendaraan : Rp30 ribu

2. Pendaftaran balik nama : Rp30 ribu

3. Total proses pengambilan STNK : Rp620 ribu

 

Total Biaya di Polda

1. Formulir biaya balik nama : Rp80 ribu

TOTAL  : Rp760 ribu

 

Tentunya kamu harus menganggarkan lebih dari angka di atas, ya. Karena ada kemungkinan kenaikan biaya atau biaya tak terduga lainnya. Siapkan stok sabar juga.

 

Tambahan info. Dari portal berita metro.sindonews.com, Pemerintah DKI Jakarta berencana menaikkan BBNKB dari 10% menjadi 22,5%  per tahun 2019. Memang belum resmi dilakukan, karena masih dalam proses pengajuan rencana. Namun, ada baiknya kamu mengetahui hal-hal seperti ini supaya kalau benar diterapkan, kamu nggak terlalu terkejut.

 

Bagaimana dengan artikel yang kamu baca hari ini? Semoga bermanfaat untukmu, ya. Jangan lupa, Tunaiku menyediakan pinjaman tunai cepat dan mudah, mulai dari Rp2-20 juta, yang bisa diangsur mulai dari 6-20 bulan. Yuk, ajukan pinjamanmu sekarang!

 

CTABARU3

Tunaiku

Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett