Tak terasa saat ini kita telah memasuki tahun 2022. Pastinya, kita tidak mau mengulangi semua kesalahan dalam mengatur keuangan rumah tangga yang pernah kita lakukan di tahun 2021.

 

Lantas, kira-kira apa saja kesalahan finansial yang kerap terjadi dalam rumah tangga?

 

Berikut akan kami berikan sejumlah tips mengenai cara mengatur keuangan rumah tangga, agar pengeluaran rumah tanggamu tidak lebih besar dari pemasukan.

Pentingnya mengatur keuangan rumah tangga

 

Untuk dapat meyakinkanmu akan pentingnya mengatur keuangan rumah tangga, berikut sejumlah manfaat yang pastinya akan dapat kamu rasakan jika keuangan rumah tangga direncanakan dan diatur secara baik.

1. Kebutuhan terpenuhi

 

Mengelola keuangan rumah tangga bertujuan agar kebutuhan keluarga terpenuhi baik kebutuhan pokok, sekunder, hingga tersier.

 

Untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan, tentunya kita juga perlu mengatur skala prioritas.

 

Kombinasi antara pengaturan skala prioritas kebutuhan dengan pengelolaan keuangan secara teratur, akan membuat kamu dapat memenuhi kebutuhan di masa depan yang semakin lama tentunya akan semakin meningkat.

2. Membantu dalam membuat keputusan keluarga

 

Banyak keputusan keluarga yang tidak lepas dari situasi dan kondisi finansial, seperti di antaranya keputusan untuk memilih sekolah anak maupun membeli rumah atau pindah rumah.

 

Jika kita dapat mengatur keuangan rumah tangga kita dengan baik, maka berbagai macam keputusan besar pilihan keluarga dapat dijalani dengan lebih mudah dan minim risiko.

 

Artikel terkait: 4 Tips Mempersiapkan Resolusi Finansial Tahun 2022

3. Keluarga merasa lebih aman

 

Pengelolaan keuangan rumah tangga yang teratur akan mempengaruhi ketentraman dalam keluarga.

 

Mengelola keuangan dengan baik akan membuat kita memiliki dana darurat yang dapat kita gunakan jika sewaktu-waktu musibah menimpa keluarga.

 

4. Gaya hidup lebih efisien

 

Manajemen keuangan akan mendorong keluarga lebih hemat. Sebab anggota keluarga telah memiliki tujuan finansial yang ingin dicapai bersama, sehingga tujuan yang besar akan berefek pada perilaku dan gaya hidup yang lebih efisien.

Cara mengatur keuangan rumah tangga

 

Setelah mengetahui pentingnya mengelola keuangan, kamu harus mengetahui cara mengatur keuangan rumah tangga.

 

Tidak ada formulasi yang saklek dalam mengatur keuangan rumah tangga.

 

Akan tetapi, terdapat sejumlah kebiasaan baik dalam mengelola keuangan rumah tangga yang bila kamu terapkan dapat meningkatkan cash flow rumah tangga.

 

Kebiasaan-kebiasaan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Hitung jumlah pemasukan 

 

Untuk menghindari agar jumlah pengeluaran tidak lebih besar dari jumlah pemasukan, tentunya kamu harus memastikan secara pasti jumlah pemasukan kamu dan pasanganmu selama satu bulan.

 

Perlu diingat bahwa pemasukan kamu dan pasanganmu bukanlah hanya dari penghasilan gaji bulanan, tapi bisa juga dari jumlah bonus, keuntungan dari hasil dagang iseng-iseng, bahkan mungkin imbal hasil dari instrumen investasi yang kau miliki.

 

Jika perhitungan dari jumlah pemasukan ini sudah kamu catat secara rapi dari bulan ke bulan, maka kamu akan lebih mudah dalam mengatur pengeluaran untuk kebutuhan rumah tanggamu.

 

Artikel terkait: Pos Pengeluaran untuk Kamu yang Mulai Mengatur Keuangan

2. Catat jumlah pengeluaran

 

Setelah menghitung dan mengetahui jumlah pemasukan rumah tanggamu secara pasti, maka kamu harus mencatat setiap pengeluaran untuk kebutuhan rumah tanggamu.

 

Hal ini perlu dilakukan agar pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan.

 

Tanpa adanya catatan dan pengalokasian yang jelas, kamu tidak akan menyadari jika neraca keuangan rumah tanggamu sudah mengalami defisit.

 

Semakin rinci kamu membuat rencana alokasi belanja maka akan semakin mudah kamu menentukan prioritas dan memisahkan antara kebutuhan dengan keinginan.

3. Tentukan prioritas keuangan keluarga

 

Saat kamu sudah terbiasa untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran rumah tanggamu secara berkala, maka dengan sendirinya kamu akan terbiasa untuk menentukan prioritas dalam menggunakan anggaran rumah tangga.

 

Ketika sudah waktunya membeli apa yang dibutuhkan, kamu dan pasangan sudah memiliki memiliki catatan anggaran pengeluaran, sehingga keputusanmu untuk membelanjakan uangmu akan lebih bijaksana.

 

Prioritas masing-masing rumah tangga pastinya berbeda-beda. Namun, secara umum, alokasi belanja yang masuk daftar kebutuhan pokok rumah tangga adalah biaya untuk makan sehari-hari, biaya pendidikan anak, tagihan listrik, tagihan internet, dan lain sebagainya.

4. Buatlah perencanaan keuangan jangka menengah

 

Tips mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga selanjutnya agar neraca keuangan rumah tanggamu bisa tetap surplus adalah dengan mulai membuat perencanaan keuangan jangka menengah.

 

Untuk mulai melakukan itu, tentunya kamu dan pasangan perlu mencatat sirkulasi keuangan secara rinci pada sebuah buku.

 

Semakin detail catatan sirkulasi keuanganmu, mulai dari pemasukan, pengeluaran, hingga saldo akhir, maka akan semakin mudah bagi kamu untuk merencanakan penggunaan saldo rumah tanggamu dalam jangka menengah.

 

Dari catatan tersebut, kamu bisa memproyeksikan berapa jumlah saldo tabungan rumah tanggamu dalam 1-2 tahun ke depan.

 

Kamu juga bisa merencanakan untuk penggunaan saldo tabungan rumah tanggamu dalam 1-2 tahun ke depan.

 

Dengan begitu, perencanaanmu untuk menyekolahkan anak, membeli kendaraan, atau bahkan membeli properti dapat semakin matang.

5. Siapkan pos dana darurat

 

Perlu kamu catat bahwa dana darurat adalah salah satu konsep paling penting yang harus dipikirkan saat membahas keuangan rumah tangga.

 

Pos ini tentunya perlu dimasukkan dalam catatan sirkulasi keuangan rumah tangga yang sudah kamu buat. 

 

Kita tentu tidak pernah mengharapkan akan ada musibah yang datang menimpa keluarga kita.

 

Namun, tanpa adanya dana darurat, neraca keuangan rumah tanggamu menjadi defisit bila terjadi sebuah musibah yang datang secara tiba-tiba. 

 

Buatlah cara agar upaya untuk mengisi pos dana darurat tidak memberatkan keuangan rumah tangga. Mengisi pos dana darurat tidak perlu dilakukan dengan jumlah yang besar.

 

Kamu bisa mengalokasikan dana setiap bulannya untuk pos dana darurat.

 

Tidak apa-apa sedikit demi sedikit, asalkan kamu berkomitmen dan terus konsisten untuk mengisi pos untuk dana darurat.

 

Artikel terkait: 10 Cara Ampuh Hilangkan Kebiasaan Belanja Impulsif di 2022

 

Berikut sejumlah tips agar di tahun baru 2022 ini, kamu dan pasanganmu tidak mengulangi lagi kesalahan dalam mengelola keuangan rumah tangga, seperti yang mungkin telah kalian lakukan di tahun-tahun sebelumnya. Selamat mengatur keuangan!