SWARA – Suatu pernikahan memang bukan permainan. Dengan siapa kamu menikah, sosok itulah yang akan jadi temanmu dalam mengarungi bahtera kehidupan. Seharusnya pernikahan itu juga dilakukan satu kali seumur hidup. Jadi kamu nggak boleh salah pilih.

Kamu lagi merencanakan pernikahan dengan pasanganmu? Namun, kamu tiba-tiba ragu karena dia memiliki sikap buruk atau sebab lain yang nggak bisa ditoleransi? Nggak masalah kalau harus putus sebelum menikah. Ya, dari pada kamu memaksakan segalanya tapi berujung pada kegagalan alias perceraian, kan?

 

Artikel terkait: Mau menggelar pesta pernikahan? Baca ini

  1. Buat Pesta Pernikahan Jadi Makin Berkesan, ini 10 Lokasi Pesta Outdoor di Jakarta yang Romantis  
  2. Rekomendasi Wedding Heels Tepat dan Menawan untuk Pesta Pernikahanmu
  3. Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Katering Pesta Pernikahan

 

Lebih baik gagal di awal dari pada gagal di akhir. Sebelum terlambat, putus jelang menikah itu ada baiknya, ini alasannya:

 

1. Ternyata bukan dia orangnya

Pernah nggak, kamu memberikan jeda pada hubunganmu? Di waktu jeda itu kamu berpikir ulang atas semua yang telah kamu lalui bersamanya. Apakah terlintas pikiran bahwa selama ini kamu nggak cocok dengannya? Sebenarnya kamu kurang nyaman tapi semua tetap berjalan karena alasan sudah melangkah sejauh ini dan sulit mendapatkan yang lainnya.

 

Bisa jadi, jodohmu bukan dia. Ketika perasaan ragu itu muncul, kamu memang perlu berpikir ulang. Kamu juga harus bertanya padanya, apakah selama ini sebenarnya dia juga ragu.

 

2. Ada yang lebih baik

Dia yang bersamamu sekarang, belum tentu yang terbaik. Well, mencari yang terbaik memang sah-sah saja. Maksud saya di sini bukan yang lebih cakep dan kaya. Maksud saya di sini adalah dia yang keimanan, peragai, dan sifatnya jauh lebih baik. Pun dengan catatan, jika pasanganmu sebelumnya nggak mau berubah untuk memperbaiki diri. 

 

3. Usia hubungan bukan patokan

Prinsipnya adalah usia dalam menjalin hubungan itu bukanlah patokan. Ada yang pacaran bertahun-tahun hingga belasan tahun. Apa yang terjadi? Gagal menuju jenjang pernikahan. Sedangkan yang baru ditemui beberapa bulan malah langsung serius dan cocok. Sudah banyak contoh kasus seperti ini. Jangan begitu yakin kalau dia jodohmu hanya karena kamu sudah lama bersamanya.

4. Mencegah kegagalan

Segala hal yang dipaksakan memang nggak baik. Kamu pun akan menjalaninya dengan sia-sia. Nggak menutup kemungkinan kalau kamu justru gagal dalam pernikahanmu. Menurut saya sih, jauh lebih baik gagal di awal alias sebelum menikah, dari pada gagal di akhir alias bercerai.

 

Artikel terkait: Hal-hal seputar perceraian

  1. Bercerai Bukan Akhir Segalanya, Ini 7 Langkah Move On dari Perceraian
  2. Song Joong Ki dan Song Hye Kyo, Menikah dan Bercerainya Serba Dadakan!
  3. 5 Pelajaran yang Dapat Kamu Petik Ketika Orang Tua Bercerai

 

5. Hemat biaya

Pernikahan adalah suatu hal sakral yang biayanya nggak sedikit. Alokasi dana ini bisa kamu gunakan untuk membeli kendaraan roda empat bahkan rumah. Daripada lanjut melangsungkan pesta yang sia-sia karena dipaksa, ya sudah hentikan saja. Toh kamu jadi hemat biaya.

 

Jadi, nggak masalah kalau kamu harus putus sebelum menikah. Ya dari pada putusnya setelah menikah alias bercerai. Hal selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah tentu saja move on. Sibukkan dirimu untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri. Saya yakin, orang yang tepat akan datang bersamaan dengan proses itu.