SWARA – Berbagai kejadian unik terjadi saat proses pemungutan suara Pemilu 2019 yang diselenggarakan di luar negeri. Mulai dari antusiasme yang luar biasa hingga seorang WNI yang memberikan hak suaranya dengan diantar oleh ambulans di Singapura. Khusus di luar negeri, proses pemungutan suara dilakukan lebih awal, yaitu mulai dari 8-14 April 2019.

 

Dilansir dari Kompas.com, proses pemungutan suara di luar negeri memang diadakan lebih awal, namun hasilnya akan dihitung saat 17 April 2019, berbarengan dengan hari pemungutan suara di Indonesia.

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membentuk 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk melayani WNI di 98 negara. Berbeda dengan di Indonesia, proses pemungutan suara Pemilu 2019 memiliki beberapa metode, yaitu antara lain melalui TPS LN (Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri), KSK (Kotak Suara Keliling), dan melalui jalur pos.

 

Ketiga cara tersebut dilakukan untuk mengakomodir para WNI yang tersebar dan menetap di berbagai wilayah dari seluruh penjuru dunia.

 

Antusiasme yang luar biasa dari WNI di seluruh penjuru dunia

 

Antusiasme memberikan hak suara dalam Pemilu 2019 nampak terlihat di berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Hal tersebut dapat tercermin dari membludaknya jumlah pemilih yang datang langsung ke TPS LN untuk mencoblos sesuai pilihannya, seperti contoh di negara Denmark dan Singapura.

 

Khusus di Singapura, terlihat antrean yang mengular di depan Kantor KBRI di Cathsworth Road. Para WNI mulai mengantre sejak pagi sebelum TPS dibuka pada pukul 08.00 waktu setempat.

 

Begitu pula yang terjadi di Denmark, WNI sangat antusias menggunakan hak suaranya pada Pemilu serentak tahun ini. Meskipun tidak seluruhnya datang ke TPS LN, namun WNI di luar negeri tetap bisa memilih dan menyampaikan suaranya melalui dua metode lainnya, yaitu surat pos dan kotak suara keliling.

 

Artikel Terkait: Serba-serbi menarik tentang Pemilu

  1. Manfaatkan Momen Pemilu, Inilah 5 Profesi yang Banyak Dicari!
  2. Golput: Pilihan, Hak, atau Ekspresi?
  3. Bagaimana Agar Investasi Aman dan Cuan Bertambah di Tahun Politik? Ini Kata Ahli!

 

Surat suara terpakai 100%

 

Antusiasme WNI dalam memberikan hak suaranya juga terlihat dari angka partisipasi di beberapa kota atau negara. Seperti contoh, di Iran angka partisipasinya mencapai 96%, sedangkan yang luar biasa adalah angka partisipasi di San Fransisco yang mencapai 100%.

 

Dilansir dari Beritagar.id, angka partisipasi di San Fransisco yang mencapai 100%, membuat PPLN setempat terpaksa melayani para pemilih hingga pukul 21.30 waktu setempat.

 

“Hingga selesainya pemilihan, jumlah pemilih yang telah memilih melalui TPS LN di KJRI San Fransisco berjumlah 423 orang dengan rincian DPT sebanyak 199 orang; DPTbLN sebanya 87 orang dan DPK sebanyak 137 orang. Pemungutan suara oleh DPK dilaksanakan dari pukul 17.30 hingga surat suaranya habis. Sehingga surat suara terpakai 100%,” ungkap Kepala Sekretariat PPLN San Fransisco, Susapto Anggoro Broto.

 

Memilih dengan diantar ambulans

 

Selain antusiasme yang luar biasa, salah satu ragam unik yang terjadi saat Pemilu 2019 di luar negeri adalah salah satu WNI yang terbaring lemah dan semangat untuk memberikan hak pilihnya.

 

Seorang WNI di Singapura, Bigman Sirait (58) terbaring lemah di dalam ambulans yang mengantarnya ke KBRI di Singapura. Ia diantar oleh pihak rumah sakit untuk memberikan hak suaranya dalam Pemilu 2019 yang digelar pada Minggu (14/4/2019).

 

Artikel Terkait: Serba-serbi menarik tentang persalinan

  1. Intip Biaya Persalinan di 5 Rumah Sakit di Surabaya
  2. 5 Rekomendasi Rumah Sakit Penyedia Layanan Bayi Tabung Termurah
  3. Orang Tua Baru, Bisa Mencoba 7 Hal ini Ketika Bayi Sakit

 

Bigman adalah seorang pendeta dari Pematangsiantar yang baru saja menjalani operasi jantung di salah satu rumah sakit di Singapura. Sebelumnya, ia menerima kabar bahwa surat suara tidak bisa diantar ke tempat ia dirawat, oleh karena itu ia sangat bersikeras untuk diantar ke KBRI supaya bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2019.

 

Menurutnya, memberikan suara dalam Pemilu adalah suatu hal yang penting. Maka dari itu, kondisi kesehatannya tidak menyurutkan niat dan semangatnya dalam berpartisipasi di Pemilu serentak 2019.


dhandyDhandy Dwi Yustica