Awas Salah Pilih saat Renovasi Rumah: Kontraktor atau Pemborong?

Awas Salah Pilih saat Renovasi Rumah: Kontraktor atau Pemborong?

TUNAIKU.COM – Berencana membangun rumah atau merenovasi hunian? Di Indonesia, ada dua profesi yang berkaitan dengan urusan ini, yaitu kontraktor dan pemborong. Meski sama-sama bertugas mengurus pembangunan hunianmu, keduanya ternyata punya perbedaan yang cukup signifikan, lho.

Apa saja perbedaannya dan bagaimana tips memilih jasa kontraktor atau pemborong? Intip dulu tulisan berikut, yuk!

 

Perbedaan kontraktor dan pemborong

Jika mendengar istilah kontraktor, kamu mungkin terbayang dengan proyek pembangunan dengan skala besar seperti real estat, perkantoran, dan mal. Sementara, pemborong lebih sering terdengar mengerjakan proyek skala kecil seperti rumah. Tapi, inilah perbedaan yang sebenarnya dari kedua profesi tersebut.

 

Izin dan badan usaha

Dalam menjalankan usahanya, kontraktor memiliki lisensi resmi dan berbadan usaha. Mereka memiliki kantor resmi dan organisasi dan anggaran yang terstruktur. Sementara, pemborong umumnya tidak memiliki izin resmi maupun badan usaha karena hanya dikelola secara individual.

 

Sertifikasi keahlian

Kontraktor mendapatkan kepercayaan dari klien karena mereka yang tergabung umumnya memiliki sertifikat keahlian dengan tingkat pendidikan akademi atau sarjana. Sementara, pemborong biasanya tidak memiliki sertifikasi keahlian dan dipercaya klien berdasarkan pengalamannya.

 

Perjanjian kerja

Kontraktor mempunyai perjanjian kerja yang jelas. Sebelum mulai bekerja, mereka bertemu dengan klien untuk membahas Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK). Jadi, setiap pekerjaan yang dilakukan kontraktor berlandaskan hitam di atas putih.

Lain halnya dengan pemborong, pekerjaan mereka umumnya tidak ada perjanjian hitam di atas putih melainkan hanya perjanjian secara lisan. Jika salah satu pihak dirugikan, maka agak sulit untuk menggugatnya ke jalur hukum.

 

Sistem pembayaran dan biaya

Ada dua sistem pembayaran yang biasa digunakan kontraktor, yaitu sistem termin dan cost and fee. Sistem termin membagi pembayaran menjadi beberapa tahap. Pembayaran dilunasi ketika proyek selesai. Untuk cost and fee, kontraktor menyediakan anggaran dan jadwal proyek setiap bulannya dan mengambil upah dari persentase nilai proyek tersebut.

Sementara, pemborong juga menyediakan sistem pembayaran, yaitu membayar seluruh biaya pembangunan plus bahan atau hanya membayar upah membangun saja dan membeli sendiri bahan bangunannya. Kalau kamu hendak membayar upah membangun saja, pilihannya terbagi lagi menjadi dua, yaitu borongan atau harian.

 

Artikel Terkait: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri?

  1. Pengen Beli Rumah? Ini Dia 6 Tipe Hunian yang Bisa Dipilih sesuai Kebutuhan dan Budget-mu
  2. Ini Nih Kisaran Harga Tanah di 5 Kota Besar di Indonesia!
  3. Membeli Rumah di Pinggiran Kota Itu Menguntungkan, Lho!

 

Tips memilih kontraktor atau pemborong

Untuk membangun rumah, pilih kontraktor atau pemborong? Ini dia beberapa kiat memilihnya.

 

1. Sesuaikan dengan ekspektasi dan budget yang tersedia

Menggunakan jasa kontraktor umumnya memang lebih mahal dibandingkan borongan, tapi kontraktor juga lebih mampu menangani permintaan desain hunian yang rumit karena mereka memiliki sumber daya yang mumpuni.

Sementara, untuk rumah yang sederhana dengan budget pas-pasan, nggak ada salahnya menggunakan jasa pemborong.

 

2. Dapatkan referensi dari kenalanmu atau bekas klien mereka

Sebelum memilih kontraktor atau pemborong, cari referensi dari kenalanmu maupun ulasan dari klien-klien yang mereka tangani serta portofolio mereka. Jadi, kamu tahu bisa tahu kualitas pekerjaan mereka sebelum meneken perjanjian.

 

3. Negosiasikan perjanjian kerja secara tertulis

Terutama saat mencari pemborong, cari yang bersedia melakukan perjanjian secara tertulis. Jangan lupa negosiasikan pula jangka waktu garansi setelah proyek selesai.

 

Artikel Terkait: Investasi Properti

  1. 5 Daerah di Indonesia yang Cocok untuk Berinvestasi Properti
  2. Ketahui Hal-Hal Ini Bila Hendak Beli Rumah di Jakarta!
  3. Sebelum Harganya Kian Selangit, Yuk Lakukan Investasi Properti di Tahun Ini!

 

Kini perbedaan antara kontraktor dan pemborong sudah jelas, ‘kan? Saat butuh jasa mereka untuk membangun atau merenovasi rumah, tinggal pilih saja sesuai kebutuhanmu.

 

Butuh pinjaman tunai tanpa ribet? Ajukan pinjaman tunaimu di sini!