Beranda > Gaya Hidup > Antara Nunung dan Narkoba, Benarkah Narkoba Meningkatkan Produktivitas?

Antara Nunung dan Narkoba, Benarkah Narkoba Meningkatkan Produktivitas?

Anastasia Galuh Dinung PurwaningtyasAnastasia Galuh Dinung Purwaningtyas
Antara Nunung dan Narkoba, Benarkah Narkoba Meningkatkan Produktivitas?watermark

TUNAIKU.COM – Banyak orang berkata bahwa pekerjaan menghibur orang lain adalah pekerjaan yang paling susah. Bagaimana tidak? Sebagai penghibur, komedian harus profesional. Walaupun mereka sedang memiliki masalah dalam kehidupan mereka, mereka tetap harus tersenyum dan menghibur orang lain.

 

Publik sama sekali tidak menyangka bahwa komedian Nunung menjadi tersangka kasus kepemilikan narkoba jenis sabu. Pada Jumat (19/7), Nunung bersama suaminya ditangkap di kediamannya yang terletak di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Barang bukti berupa narkotika jenis sabu ditemukan tersimpan di laci meja. 

 

Diketahui, Nunung telah memakai sabu sejak lima bulan yang lalu untuk menjaga stamina. Penangkapan Nunung diawali dengan tertangkapnya Hadi Moherianto, pengedar yang menjual sabu kepada Nunung.

 

Setelah proses interograsi, ditemukan fakta bahwa Nunung telah mengonsumsi narkoba sejak dua puluh tahun yang lalu. Sedangkan suaminya, Iyan, telah memakai narkoba sejak 24 tahun yang lalu.

 

Bukan hal yang asing

 

Kedekatan dunia gemerlap ala selebriti dan barang haram alias narkoba bukanlah hal yang baru. Mulai dari artis besar, hingga artis yang sedang meniti karir, semuanya seakan silau dengan kenikmatan yang ditawarkan oleh narkoba.

 

 

Hasil gambar untuk sammy simorangkir

Sammy Simorangkir

 

 

Beberapa artis yang pernah menggunakan narkoba adalah Krisdayanti, Gogon, Jennifer Dunn, Gary Iskak, Fariz RM, Roy Marten, dan Sammy Simorangkir. Berbagai alasan melatarbelakangi penggunaan narkoba, mulai dari stress meniti karir, coba-coba, hingga sudah kecanduan dan terlibat dengan jaringan narkotika internasional.

 

 

Hasil gambar untuk fariz rm

Fariz RM

 

 

Dilansir dari detik.com, Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) menyatakan ada dua kondisi psikis yang menyebabkan orang tertarik untuk memakai narkoba. Hal ini juga menentukan jenis narkoba yang mereka pilih untuk dikonsumsi.

 

Feel good, feel better

 

Kondisi pertama adalah feel good, sedangkan yang kedua adalah feel better,. Saat mereka ingin feel good, mereka memakai narkoba jenis LSD (Lysergic acid diethylamide). Sedangkan saat mereka ingin feel better, mereka memakai narkoba yang diperuntukkan bagi pengguna yang telah mengalami masalah sebelumnya.

 

Menurut dokter ahli jiwa Nova Riyanti Yusuf SpKJ dari RS Jiwa Soeharto Heeredjan Jakarta, terkadang kegagalan artis mencapai standar kemapanan membuat mereka tidak kuat dan membutuhkan narkoba untuk merasa feel better.

 

Jam kerja artis juga berbeda dengan jam kerja masyarakat biasa, di mana terkadang mereka dituntut untuk bekerja tak kenal waktu. Tuntutan mengejar rating merampas hak artis untuk memperoleh istirahat. Narkoba dianggap sebagai solusi agar mereka dapat tetap segar, ceria, dan fokus walaupun dalam kondisi lelah.

 

 

Artikel terkait:

Penyebab Insomnia Menurut Riset Terbaru, Wajib Tahu!

10 Cara Menjaga Kesehatan Mental, Bantu Lawan Depresi dan Stres

Mimpi yang Kamu Alami Bisa Mengindikasikan Kondisi Psikis dan Kesehatan Mental

 

 

Berbahaya untuk kesehatan

Seringkali orang mengabaikan bahaya narkoba karena berbagai efek positif sesaat yang ditawarkan. Padahal efek narkoba bisa merusak kesehatan fisik dan kejiwaan. Narkoba bisa mengganggu kondisi otak dan tubuh secara umum serta mengubah sel saraf dalam otak. Ketika konsumsi narkoba dihentikan, efek perubahan akan memakan waktu yang tidak sebentar sebelum benar-benar hilang.

 

Pengguna narkoba juga dapat menderita dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Dua hal ini menyebabkan pengguna kejang-kejang, serangan panik, halusinasi, dan kemungkinan terburuknya bisa merusak otak.

 

Efek narkoba memang pada awalnya terkesan meningkatkan produktivitas penggunanya. Mungkin pada awalnya pengguna akan merasa bahwa narkoba dapat membantu mereka untuk fokus pada kesibukan. Ternyata, efek samping jangka panjangnya malah dapat membuat pengguna tidak lagi produktif karena fungsi otak tidak berjalan dengan optimal.

 

Kalau suntuk, mending ambil cuti dan liburan ke tempat idamanmu..Yuk!

 

CTABARU3

Mobile Site CTA


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett