Membicarakan soal perencanaan keuangan memang sering membingungkan. Kamu tahu kalau merencanakan keuangan dengan baik akan membuat finansial jadi lebih stabil.

 

Tapi, terkadang bisa juga kamu bingung dari mana harus memulainya. Nah, untuk kamu yang baru mulai mencoba, yuk cari tahu tujuan merencanakan keuangan dan cara memulainya.

 

Tujuan Perencanaan Keuangan dan Cara Melakukannya

 

Istilah perencanaan keuangan sudah sering didengar. Tanpa sadar, kamu pun mungkin pernah mengaplikasikannya ketika berbelanja atau mengatur keuangan. 

 

Namun, penting untuk memahaminya lebih jauh. Karena, rencana keuangan yang baik akan membantu kamu dalam menggapai tujuan dengan lebih terarah.

 

Apa yang dimaksud dengan perencanaan keuangan?

 

Rencana keuangan pada dasarnya mencakup strategi menyusun dana pribadi secara lebih terarah dan terencana. 

 

Perencanaan ini bersifat jangka panjang, sehingga akan membantumu dalam menyiapkan diri demi masa depan lebih terjaga.

 

Dalam menentukan rencana keuangan, ada jangka waktu tertentu yang disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuannya agar bisa menyusun strategi yang lebih terarah.

 

Rencana keuangan biasanya mencakup banyak hal, termasuk dana pendidikan anak, dana hari tua, dana beli rumah, dana naik haji, dan lain sebagainya. 

 

Perencanaan ini bisa diatur sendiri, bisa juga dengan meminta bantuan ahli di bidang perencanaan keuangan. 

 

Dari rencana ini, kamu bisa mengevaluasi kembali cara kamu mengelola keuangan selama ini dan memperbaikinya ke strategi yang lebih baik. 

 

Memulai rencana keuangan dari sistem terkecil

 

Rencana keuangan tidak harus selalu besar. Kamu bisa mulai melakukannya dari sistem terkecil, yaitu keuangan pribadi. 

 

Terutama, bagi kamu yang sudah berkeluarga, keuangan pribadi sangat perlu diperhatikan karena akan mempengaruhi kesiapan keluarga di masa depan. 

 

Dalam membuat perencanaan keuangan, kita harus memikirkan risiko negatif. Salah satunya dengan mempersiapkan dana darurat. 

 

Dana darurat adalah salah satu komponen yang harus ada dalam perencanaan keuangan untuk mengatasi jika risiko negatif tersebut terjadi. 

 

Adapun risiko negatif yang dimaksud adalah meliputi risiko meninggal dini, risiko sakit, risiko kehilangan pekerjaan, dan lain sebagainya. 

 

Tujuan perencanaan keuangan

 

Sebelumnya, sudah dijelaskan mengenai apa itu rencana keuangan. Lalu, kenapa kamu harus melakukannya? 

 

Membuat rencana keuangan memiliki beberapa tujuan. Adapun, tujuan itu meliputi hal-hal berikut: 

 

1. Mempersiapkan masa depan

 

Manusia mempunyai usia produktif dengan batas tertentu. Oleh sebab itu, merencanakan keuangan yang matang bisa bermanfaat untuk membuat masa depan jadi lebih tenang. 

 

Karena semuanya sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, di masa depan saat kamu tidak mampu lagi bekerja, kamu masih tetap memiliki keuangan yang stabil.

 

2. Menciptakan keseimbangan

 

Merencanakan keuangan bertujuan untuk membantu kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal keuangan. 

 

Dengan rencana keuangan yang baik, akan tercipta kestabilan antara pemasukan dan pengeluaran, sehingga menghindarkan kamu dari defisit dan risiko utang.

 

3. Menghasilkan uang

 

Kamu mungkin punya gaji bulanan dalam jumlah tertentu. Seringnya banyak yang mengeluh kalau gaji tersebut belum cukup. 

 

Padahal dengan rencana keuangan yang tepat, setiap gaji tidak hanya berguna untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, tapi bisa diputar untuk menghasilkan uang lebih banyak. 

 

Misalnya dengan menjadikannya sebagai modal usaha, atau digunakan sebagai modal investasi.

 

4. Melindungi aset

 

Perencanaan keuangan memungkinkan setiap pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan rapi. 

 

Selain itu, juga untuk memastikan aset yang dimiliki tercatat dengan baik, misalnya emas atau properti. 

 

Dengan adanya rencana keuangan, kita bisa menjadikan aset sebagai sumber pemasukan baru sekaligus melindungi aset yang dimiliki.

 

5. Investasi

 

Salah satu poin keuangan yang dibutuhkan untuk menjamin masa depan yaitu investasi. Dengan adanya rencana keuangan, kita bisa melirik investasi apa saja untuk dicoba.

 

Artikel Terkait: Perhatian Saat Membuat Rencana Keuangan

  1. Atur Rencana Keuangan Sebelum Usia 30 
  2. 7 Kesalahan dalam Perencanaan Keuangan

 

Cara melakukan perencanaan keuangan yang baik dan benar

 

Kamu mulai berpikir untuk merencanakan keuangan dari sekarang? Berikut langkah yang bisa kamu lakukan.

 

1. Tuliskan poin penting

 

Ada beberapa poin penting yang harus dicatat ketika membuat rencana keuangan. Poin itu meliputi: 

 

  • Besaran pemasukan
  • Biaya hidup bulanan
  • Daftar utang
  • Tujuang finansial

 

Penting untuk menetapkan tujuan finansial dalam merencanakan keuangan agar strategi yang disusun lebih terarah. 

 

Kamu bisa membagi ke dalam beberapa tujuan agar lebih spesifik, beserta jangka waktu.

 

Misal, membeli rumah dalam waktu 15 tahun dengan nilai Rp1 M, biaya naik haji orang tua dalam lima tahun sekitar Rp60 juta, dan sebagainya. 

 

Semakin spesifik, maka akan mempermudahmu dalam menyusun strategi untuk mencapainya.

 

Pilih tujuan finansial yang masuk akal dan sesuai dengan kondisi keuanganmu, sehingga tidak merasa terbebani dalam menjalankannya.

 

2. Ketahui nilaimu 

 

Maksudnya, buat dokumentasi tertulis tentang kondisi keuanganmu saat ini. Misalnya, aset apa saja yang kamu miliki? 

 

Aset itu seperti, mobil, rumah, tabungan, dan investasi. Lalu, hitung juga jumlah utang, kredit, dan tagihan yang dimiliki.

 

Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran secara detail, termasuk proyeksi selama beberapa tahun ke depan. Tujuannya untuk mengecek seberapa sehat keuanganmu.

 

Dengan adanya laporan keuangan yang rapi akan mempermudah dalam melihat kondisi keuangan, sehingga kamu bisa membuat strategi merencanakan keuangan yang lebih terarah.

 

3. Ingat akan dana darurat

 

Jangan sampai kamu mengabaikan dana darurat. Ingat, dana darurat ini terpisah dari tabungan dan bisa kamu gunakan sewaktu-waktu jika mengalami krisis. 

 

Dengan adanya dana darurat, kamu tidak perlu mengambil dari tabungan lain. Jika ingin membeli sesuatu dari tabungan, pakailah tabungan terpisah, bukan dari dana darurat.

 

Dana darurat setidaknya mencakup tiga bulan biaya hidup, dan pastikan tidak tercampur dengan dana lainnya.

 

4. Bayar utang

 

Jika ingin rencana keuangan yang baik, lunasi semua utang-utangmu. Terlebih utang dengan bunga tinggi. 

 

Apabila dibiarkan, utang akan mengacaukan perencanaan keuanganmu. Segera lunasi utang sesuai batas waktu agar tidak membengkak di kemudian hari. 

 

5. Menabung dan investasi

 

Menabung dan investasi menjadi cara mudah dalam memastikan tujuan finansialmu tercapai. 

 

Menabung berarti menyisihkan sebagian uangmu, dan menyimpannya untuk tujuan tertentu. Tidak terjadi pertambahan nilai dalam uangmu tapi risikonya kecil.

 

Sementara investasi memiliki pertambahan nilai di kemudian hari meski diiringi oleh risiko. Kamu bisa mencoba keduanya untuk perencanaan keuanganmu, sekaligus untuk melindungi nilai aset.

 

6. Monitor dan evaluasi

 

Dalam perjalanannya, monitor keadaan keuanganmu untuk mengecek apakah masih berada di jalur yang seharusnya? Lakukan juga evaluasi, apakah perencanaan keuangan yang dilakukan sudah tepat?

 

Dengan meninjau keuangan secara berkala, misalnya setiap tahun, akan membuat keuanganmu jadi lebih stabil.

 

Mempersiapkan masa tua bisa dimulai dari sekarang, salah satunya dengan perencanaan keuangan yang baik. Yuk, mulai lakukan strategi rencana keuangan agar tujuan finansialmu tercapai.