SWARA – Kata siapa kartu kredit adalah kartu penimbun hutang? Kata siapa kartu kredit bikin kalap? Well, penimbun hutang atau tidak sebenarnya tergantung pada cara kita menggunakan kartu kredit. Jika kamu menggunakan sebagai alat pengganti pembayaran, bukan alat penunda pembayaran, masihkah kartu kredit dianggap sebagai penimbun hutang? 

 

Agak belibet, ya? Maksud saya, jika begitu kamu menggunakan kartu kredit, tagihan langsung dilunasi, berarti kartu kredit bukan alat penimbun hutang kan? Karena setelah dilihat-lihat, banyak sekali keuntungan menggunakan kartu kredit yang tidak dapat kita dapatkan saat kita melakukan transaksi secara tunai. 

 

Misalnya diskon, cashback, bunga 0% membayar tagihan tepat waktu, hingga rewards berupa points. Menariknya, kamu bisa me-redeem alias menukarkan poin ini dengan berbagai hadiah menarik. Mulai dari barang, hingga tiket pesawat lho! 

 

Terlepas dari keuntungannya, memiliki kartu kredit harus dengan pengendalian diri yang baik. Sebelum kamu memutuskan memiliki kartu kredit dan menikmati berbagai keuntungannya, kamu harus baca tips pemakaian kartu kredit secara cermat di bawah ini!

 

1. Pakai secara bijaksana

Pastikan kamu menggunakan kartu kredit sesuai kebutuhan. Sebisa mungkin gunakan kartu kredit ketika ada kebutuhan mendadak, misalnya untuk men-cover biaya rumah sakit. Atau gunakan kartu kredit untuk memperoleh benefit tertentu seperti cashback ataupun diskon saat membeli suatu barang. Keren kan, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang menarik jika menggunakan kartu kredit secara bijak?

 

2. Tetap di bawah 30 persen dari total batas kredit

Supaya kamu tidak kalap, kamu bisa menetapkan pengeluaran maksimal sebesar 30 persen dari total batas kredit. Dengan menetapkan 30 persen dari total batas kredit tertinggi, kamu akan lebih mudah mengontrol keuangan. 

 

3. Disiplin membayar tagihan

Inilah kunci dari menjadikan kartu kredit sebagai alat pengganti pembayaran, bukan penunda pembayaran. Sebisa mungkin, bayarlah tagihan kartu kredit sebelum jatuh tempo supaya tidak harus membayar bunga. Nama baikmu juga akan dipertaruhkan bila kamu terlambat membayar tagihan, yang tentu saja berpengaruh pada pinjaman yang akan kamu ajukan di masa yang akan datang.

 

4. Teliti membayar tagihan setiap bulannya

Sebelum kamu membayar tagihan, telitilah daftar tagihan yang dikirimkan oleh penyedia kartu kredit. Jangan sampai kamu membayar tagihan yang transaksinya tidak kamu lakukan. Tidak asyik kan, apalagi ternyata kartu kreditmu dibajak oleh orang lain. Hati-hati ya, teliti sebelum membayar!

 

5. Gunakan point rewards

Seperti yang sudah dibahas di awal tadi, kartu kredit memberikan reward kepada pelanggan loyalnya jika melakukan transaksi tertentu. Nah, point ini bisa kamu tukarkan dengan berbagai hadiah yang menarik. Misalnya, tiket pesawat ke luar negeri. Menarik banget kan?

 

6. Jangan tarik tunai menggunakan kartu kredit

Walaupun kartu kredit dapat digunakan untuk tarik tunai seperti kartu debit, jangan sekali-kali menggunakan layanan ini. Selain terkena charge sebesar 4 hingga 5 persen dari total uang yang diambil, uang juga akan terkena bunga pinjaman. Benar-benar mimpi buruk kan? Mending jangan deh..

 

Nah, daripada kamu tarik tunai menggunakan kartu kredit, masih ada opsi lain bila kamu membutuhkan uang cash dalam waktu singkat yang bisa digunakan. Kamu bisa mengajukan pinjaman online yang cair dengan proses yang cepat! Bunganya pun tidak mencekik seperti kartu kredit, sangat cocok untuk kamu yang butuh pinjaman cepat namun masih terjangkau kantong. 

 

Namun, sebelum kamu memilih pinjaman online, kamu bisa membandingkan bunga yang ditawarkan oleh berbagai pinjaman yang ada di Kreditpedia! Dengan Kreditpedia, kamu bisa membandingkan layanan pinjaman dari berbagai financial technology yang telah terdaftar di OJK. Kamu juga akan lebih mudah mengetahui fintech mana yang memiliki bunga rendah. 

 

Masih mau kebutuhan memperoleh pinjaman cepatmu dipersulit kartu kredit? Buruan cek Kreditpedia yuk!