SWARA – Ingin menabung, tapi sulit untuk memulainya? Kalau iya, kamu mungkin bisa menjadikan tabungan berjangka sebagai solusi untuk menabung dengan lebih disiplin.

 

Tabungan berjangka merupakan salah satu produk tabungan yang ditawarkan oleh bank kepada para nasabah. Jenis tabungan ini dikenal sebagai tabungan yang mudah, sehingga cocok untuk digunakan oleh siapa saja, khususnya bagi kamu yang susah untuk menabung. 

 

Memahami Cara Kerja Tabungan Berjangka

 

Sesuai dengan namanya, tabungan berjangka adalah jenis tabungan yang disimpan dalam jangka waktu tertentu. Menurut CNBC Indonesia, saat menggunakan tabungan berjangka, sejumlah dana akan ditarik secara otomatis dari rekeningmu setiap bulannya. 

 

Hal ini tentu akan memudahkan kamu yang tidak terbiasa dalam menabung. Jadi, pihak bank akan memotong dana dari rekening dan membantu kamu menyisihkan uang untuk ditabung. Kamu tidak perlu takut lupa atau melewatkan rutinitas menabung setiap bulan.

 

Saat memulai tabungan berjangka, kamu diperbolehkan untuk menentukan jangka waktu yang diinginkan. Jangka waktu ini nantinya menentukan berapa lama pihak bank akan menarik sejumlah dana dari rekeningmu untuk ditabungkan.

 

Umumnya, pihak bank menyediakan jangka waktu selama sekitar enam bulan sampai dengan 20 tahun. Nantinya, kamu baru bisa mencairkan dana tabungan setelah mencapai jangka waktu yang ditetapkan. 

 

Di sinilah terlihat adanya perbedaan antara tabungan berjangka dengan tabungan biasa. Kamu tidak bisa mengambil dana dari tabungan berjangka sesukamu, seperti ketika menggunakan tabungan reguler.

 

Jika kamu tetap ingin menarik dana dari tabungan berjangka, maka kamu akan dikenakan denda. Besaran denda mungkin akan berbeda-beda, tergantung bank yang kamu gunakan untuk menabung. 

 

Cara untuk Memulai Tabungan Berjangka

 

Untuk mulai menabung dengan tabungan berjangka, tentunya kamu perlu terlebih dahulu memilih bank yang ingin digunakan. Sebagian besar bank di Indonesia umumnya menyediakan produk tabungan berjangka.

 

Agar bisa mendapatkan gambaran lebih jelas, berikut ini cara untuk memulai tabungan berjangka dengan mudah:

 

  • Memilih bank

 

Tabungan berjangka akan menarik dana dari rekeningmu setiap bulannya. Karena itu, kamu harus memiliki rekening di bank bersangkutan terlebih dahulu. Kamu juga perlu memastikan jumlah saldo di rekening cukup untuk disetorkan ke tabungan berjangka.

 

Kamu bisa memilih bank yang sudah kamu gunakan saat ini atau mendaftarkan diri sebagai nasabah baru di bank lain. Jadikan bunga tabungan sebagai pertimbangan, karena setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda mengenai penetapan bunga. 

 

  • Membuka rekening

 

Setelah memiliki rekening umum, kini kamu bisa mengajukan ke pihak bank untuk membuka rekening khusus tabungan berjangka. Beberapa bank menyediakan layanan pembukaan rekening secara online.

 

Salah satu bank yang menyediakan produk berupa tabungan berjangka adalah Amar Bank. Dengan nilai setoran yang rendah, kamu bisa membuka rekening tabungan berjangka dengan menjadi nasabah di Amar Bank. 

 

  • Menentukan setoran dan jangka waktu

 

Saat akan membuka rekening tabungan berjangka, biasanya kamu akan ditanyakan berapa besar jumlah setoran yang kamu inginkan setiap bulannya. Setiap bank memiliki kebijakan minimal setoran yang beragam. 

 

Setelah itu, kamu perlu menentukan jangka waktu yang diinginkan. Nantinya, tabungan berjangka yang kamu miliki akan bisa dicairkan setelah mencapai jangka waktu tersebut. 

 

Alasan Menabung dengan Tabungan Berjangka

 

Selain cocok bagi kamu yang malas menabung, sebenarnya ada beberapa manfaat lain dari menggunakan tabungan berjangka. Manfaat ini bisa menjadi alasanmu untuk mulai membuka rekening tabungan berjangka. 

 

Berikut kegunaan menggunakan tabungan berjangka untuk jangka pendek dan jangka panjang:

 

  • Dijamin oleh LPS

 

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah badan hukum yang menjamin aktivitas simpanan nasabah di bank. Tabungan berjangka menjadi salah satu produk perbankan yang dijamin oleh LPS. Jadi, kamu bisa menabung dengan aman.

 

Apabila suatu hari kamu mengalami kerugian ekstrem yang tidak terduga, misalnya likuidasi, LPS akan menjamin bahwa kamu tetap bisa mendapatkan kembali uangmu.

 

  • Suku bunga tinggi

 

Bunga yang didapatkan dari tabungan berjangka mungkin tidak setinggi bunga dari tabungan deposito. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan tabungan reguler, suku bunga dari tabungan berjangka cenderung lebih tinggi, mencapai 4-5 persen per tahun.

 

  • Melatih disiplin menabung

 

Oleh karena menggunakan sistem penarikan otomatis dari rekening, tabungan berjangka bisa melatih kamu menjadi lebih disiplin dalam menabung. Saat kamu sudah membuka rekening tabungan berjangka di awal, kamu akan terus menabung sepanjang jangka waktu yang telah ditetapkan.

 

Kamu tidak perlu repot-repot memindahkan sejumlah dana ke rekening tabungan secara manual. Sehingga, menabung dengan tabungan berjangka cenderung lebih praktis dan mudah. 

 

  • Setoran awal rendah

 

Saat menabung dengan tabungan deposito, dana awal yang harus disetorkan tergolong cukup tinggi. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan tabungan berjangka. Di tabungan berjangka, setoran awalnya cukup rendah, mulai dari Rp100-500 ribu.

 

Untuk setoran rutin, rata-rata bank menetapkan besaran setoran mulai dari Rp100 ribu. Nominal ini tergolong kecil, jadi tidak akan mengganggu kebutuhan uang untuk pengeluaran sehari-hari.

 

Kalau kamu menggunakan tabungan berjangka di Amar Bank, minimum setoran bulanan yang harus kamu berikan hanya mulai dari Rp100 ribu, dengan kelipatan Rp50 ribu untuk setoran selanjutnya.

 

Setelah beberapa bulan menabung, kamu akan mendapatkan jumlah dana tabungan yang cukup besar, disertai dengan bunga. Semakin lama kamu menabung, akan semakin besar jumlah yang kamu dapatkan. 

 

Tabungan berjangka adalah solusi tepat untuk kamu yang malas menabung. Selain itu, tabungan ini juga akan memberikan kamu keamanan untuk menyimpan dana keperluan di masa depan.