Seiring bertumbuhnya literasi keuangan, kamu tentu paham perlu adanya investasi untuk mempertahankan nilai uangmu. Tapi, saat ini banyak kasus penipuan yang terjadi akibat investasi bodong. 

 

Jika literasi keuangan yang kamu miliki hanya sebagian, maka kamu bisa menjadi sasaran empuk dari investasi bodong. Ini adalah istilah yang mengacu pada kasus penipuan berkedok investasi.

 

Pengertian Investasi Bodong

 

Investasi bodong sendiri bisa kita artikan sebagai praktik penipuan berkedok investasi yang mencari keuntungan satu pihak saja. 

 

Bagi kamu yang memahami investasi, tentu tidak asing dengan istilah high risk high gain. Namun, penipuan berkedok investasi ini biasanya menawarkan hal yang menggiurkan yaitu low risk high gain

 

Jadi, di sini kamu akan dijanjikan untuk bisa mendapatkan uang dengan mudah, namun dengan risiko yang kecil. Padahal, dalam investasi, keuntungan besar pasti diikuti dengan risiko yang besar juga, begitu pula sebaliknya.

 

Modus dan Ciri-ciri Investasi Bodong

 

Tentunya, seiring perkembangan zaman, sistem penipuan berkedok investasi ini pun berkembang, mulai dengan mengatasnamakan teknologi, investasi jangka panjang, maupun kemanusiaan. 

 

Namun, skema dari penipuan ini sendiri biasanya tidak terlalu banyak berubah. Ciri-ciri yang umum adalah:

 

1. Tidak ada legalitas dari OJK 

 

Setiap instansi yang mau mengelola dana dalam jumlah besar harus memiliki perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. OJK ini merupakan lembaga yang mengawasi dan mengatur kegiatan di bidang jasa keuangan di Indonesia.

 

Jika dari OJK tidak ada perizinan, kamu perlu mempertanyakan dan mencari lebih banyak lagi referensi terkait produk yang ditawarkan tersebut. Karena, perusahaan investasi yang benar-benar sah pasti sudah terdaftar di OJK.

 

2. Proses yang tidak masuk akal

 

Memang terdengar subjektif, namun jika kamu masih mempertanyakan bagaimana proses bisnis tersebut berjalan dan kamu masih bingung, lebih baik kamu menunda keputusan untuk bergabung di bisnis yang ditawarkan.

 

Kamu baru boleh bergabung sampai di titik proses bisnisnya masuk akal untuk kamu. Kamu harus tahu kemana uang kamu mengalir dan bagaimana proses itu berjalan.

 

3. Menjual nama sosok tertentu

 

Penipuan berkedok investasi biasanya akan menjual nama dari satu sosok tertentu. Tujuannya supaya bisnis terkesan lebih terpercaya. Padahal, sosok tersebut belum tentu benar-benar bergabung di bisnis tersebut.

 

Misalnya, ada penipu yang mempromosikan produk penipuan mereka dengan membawa nama seorang financial influencer. Sang financial influencer itu sendiri belum tentu tahu nama mereka dicantumkan.

 

Jika kamu menemukan investasi yang lebih mengedepankan satu sosok daripada produk, lebih baik kamu pelajari lagi produk investasi tersebut.

 

4. Low risk high gain

 

Seperti yang sudah ditulis di pengantar, sudah jelas jika ada yang menawarkan seperti ini, artinya instrumen ini melawan hukum alam. 

 

Semakin besar potensi keuntungan yang kita dapatkan, pasti kita harus berhadapan dengan potensi risiko yang besar pula. 

 

Jika kamu mendapatkan janji manis low risk high gain seperti ini, kemungkinannya hanya dua. Orang yang menawarkan tidak mengerti tentang hukum alam ini, atau memang investasi tersebut adalah investasi bodong yang menipu.

 

Pinjaman Uang Online Bisnis Hingga 20 Juta

 

Contoh Investasi Bodong

 

Contoh investasi bodong yang sering terjadi di zaman modern ini adalah penipuan menggunakan skema Ponzi. Sistem pada skema Ponzi ini, biasanya dilakukan dengan menarik calon korban penipuan untuk mendaftarkan diri dengan sejumlah uang.

 

Kemudian, anggota tersebut dijanjikan akan mendapat komisi jika merekomendasikan seseorang produk penipuan ini.

 

Biasanya, produk yang ditawarkan di skema Ponzi ini sendiri hanyalah fiktif atau tidak berwujud. Beberapa investasi bodong menjanjikan pembayaran berkala untuk pembagian keuntungannya, biasanya per bulan, per minggu, bahkan per hari. 

 

Artikel Terkait: Pahami Skema Ponzi, Modus Penipuan Investasi yang Banyak Memakan Korban

 

Padahal, nyatanya di skema ponzi ini pembayaran berkala dilakukan dengan sistem “gali lubang tutup lubang”. Artinya, mereka menggunakan uang dari orang yang paling belakang menyalurkan dana untuk dibayarkan kepada orang yang lebih dahulu menyalurkan dana.

 

Daftar investasi bodong 2021 yang dicoret OJK

 

Otoritas Jasa Keuangan sendiri telah banyak melakukan blacklist kepada berbagai investasi bodong. Berikut adalah sejumlah penipuan berkedok investasi yang telah di-blacklist oleh OJK per Mei 2021 ini:

 

Sumber: https://www.ojk.go.id/

 

Untuk instansi yang kamu curigai penipuan berkedok investasi, kamu bisa melakukan searching di google dengan format: “(Nama Investasi) {spasi} ilegal”. 

 

Dari situ akan keluar berita-berita yang menunjukkan investasi tersebut penipuan atau bukan.

 

Contoh kasus investasi bodong terbaru (Memiles)

 

Contoh kasus penipuan berkedok investasi terbaru adalah Memiles.

 

Memiles tidak terdaftar di OJK dan menyanggah bahwa mereka bukanlah perusahaan investasi non-bank, namun sebuah perusahaan periklanan atau advertising.

 

Para anggota diarahkan melakukan top-up mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta dan dijanjikan beberapa bulan ke depan akan mendapatkan “imbalan” berupa kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, bahkan emas.

 

Namun, pada akhirnya ada beberapa anggota yang paling terakhir melakukan top-up yang tidak mendapatkan “imbalan” tersebut karena Memiles ini menggunakan skema ponzi. 

 

Skema ini hanya menguntungkan orang yang terlebih dahulu bergabung dan orang yang paling akhir bergabung harus menanggung kerugian.

Tips terhindar dari investasi bodong

 

Tentunya kita tidak mau mengalami kerugian dari investasi bodong yang hanya menawarkan janji manis. Berikut adalah tips untuk kamu yang mau terhindar dari investasi bodong:

 

1. Melakukan riset terhadap produk yang ditawarkan

 

Di era teknologi dan informasi, kamu bisa dengan mudah melakukan riset atas hal-hal yang kamu tertarik, salah satunya juga untuk investasi dan peluang yang ditawarkan.

 

Pastikan kamu memahami sistem investasinya, sistem bisnis perusahaan yang menawarkan kamu, alokasi dananya, sistem keuntungan yang akan kamu dapatkan hingga legalitasnya. 

 

2. Bertanya pada yang lebih paham

 

Di era social media, kamu lebih mudah menjangkau orang-orang yang lebih paham tentang finansial seperti Financial Planner, ataupun Financial Influencer. Jangan malu bertanya kepada banyak orang untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak.

 

Artikel Terkait: Jangan Sampai Lengah, Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong Menurut OJK Ini

 

3. Cek di situs OJK

 

Setelah melakukan riset, kamu bisa konfirmasi kredibilitas perusahaan yang menjalankan investasi tersebut dengan menghubungi call center OJK di 1500655 atau email ke waspadainvestasi@ojk.go.id

 

Bersabarlah menunggu jawaban agar kamu tidak kehilangan uang kamu karena meletakkannya pada instrumen yang salah.

 

4. Hilangkan pikiran dapat keuntungan instan

 

Di dunia ini segala sesuatu yang instan akan berakhir instan pula. Jangan sampai kamu tergiur dengan keuntungan semata dan akhirnya kamu harus menanggung kerugian dari investasi tersebut.

 

5. Belajar investasi di tempat yang legal

 

Kamu bisa belajar berinvestasi di instrumen-instrumen yang sudah terpercaya. Misalnya seperti deposito, reksa dana dan saham melalui instansi yang terpercaya. 

 

Jangan lupa, kamu tetap harus melakukan riset sebelum memutuskan menaruh dana di instrumen investasi menarik untuk kamu

 

Berproses lewat investasi yang benar akan memberikan keuntungan melatih mental kamu juga selain mengembangkan dana kamu. Janganlah kita memilih jalan instan untuk mendapatkan uang, supaya kamu tidak mudah terjebak investasi bodong.