SWARA – Memasuki akhir September, ancaman resesi di Indonesia semakin terdengar. Masyarakat mulai berjaga-jaga untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi resesi, salah satunya dengan melakukan investasi. Tapi, sebenarnya amankah melakukan investasi saat resesi? 

 

Sebenarnya, melakukan investasi saat resesi tetap bisa dilakukan dengan aman, selama kamu tahu strategi yang tepat. Bahkan, investasi bisa menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman resesi. 

 

Amankah Melakukan Investasi Saat Resesi? 

 

Umumnya, nilai saham akan menurun saat masa resesi. Secara teori, hal ini bisa memberi dampak negatif bagi portofolio. Akan tetapi, berhenti melakukan investasi sama sekali bukan solusi yang tepat.

 

Kalau kamu pintar melihat peluang, nilai saham yang rendah bisa memberimu kesempatan untuk berinvestasi dengan modal yang sedikit. Tapi, pastikan untuk mempertimbangkan hal-hal berikut ini: 

 

  • Memiliki jumlah dana darurat yang cukup

 

Saat akan mulai berinvestasi, pastikan kamu sudah memiliki jumlah dana darurat yang cukup. Dana darurat penting agar kamu bisa bertahan hidup di tengah masa resesi. Jangan sampai, kamu menghabiskan terlalu banyak uang untuk berinvestasi, sampai tidak memiliki dana untuk menutupi biaya hidup di masa sekarang.

 

Sebaiknya, dana darurat yang kamu siapkan setara dengan nominal enam bulan gaji. Dengan begitu, dana darurat tersebut nantinya bisa kamu gunakan untuk menghidup diri setidaknya selama enam bulan.

 

  • Melakukan investasi jangka panjang

 

Ketika melakukan investasi saat resesi, tidak jarang kamu mengalami penurunan nilai portofolio hanya beberapa hari setelah membeli saham dengan harga rendah. Bila hal itu terjadi, jangan terburu-buru untuk segera menarik dana. 

 

Lakukanlah investasi jangka panjang dengan tidak menarik dana sampai setidaknya tujuh tahun ke depan. Perlahan-lahan, nilai portofoliomu bisa saja mengalami peningkatan seiring dengan pulihnya kondisi ekonomi negara.  

 

Cara Berinvestasi di Tengah Ancaman Resesi 

 

Berinvestasi bukanlah hal yang mudah, khususnya di tengah ancaman resesi seperti sekarang ini. Kamu perlu mengetahui tips yang tepat agar investasimu dapat membawa keuntungan yang memuaskan.

 

Ada beberapa kunci penting agar bisa sukses berinvestasi di tengah masa resesi, yaitu: 

 

  • Mempersiapkan dana investasi

 

Sebelum negara benar-benar mengalami resesi, cobalah untuk menyimpan dana sebanyak-banyaknya. Dana yang kamu simpan bisa menjadi dana yang nantinya digunakan untuk berinvestasi.

 

Ketika ancaman resesi semakin dekat, kamu bisa menggunakan dana tersebut untuk mulai melakukan investasi. Hindari menggunakan dana yang dimiliki saat ini untuk membeli barang-barang keperluan yang tidak terlalu mendesak.

 

  • Melakukan riset yang mendalam

 

Riset adalah salah satu langkah terpenting dalam berinvestasi, khususnya di tengah ancaman resesi. Riset yang baik akan membantumu untuk menilai kemampuan perusahaan dalam bertahan menghadapi resesi.

 

Untuk melakukan riset, kamu bisa memulai dengan membaca pemberitaan di media mengenai perusahaan yang bersangkutan. Kemudian, kenali industri perusahaan tersebut dan apa dampak resesi terhadap industri itu. Terakhir, jangan lupa untuk mempertimbangkan minatmu terhadap suatu industri.

 

Sebagai contoh, kamu memiliki minat di bidang kuliner dan mencari perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Sebelum melakukan investasi, pikirkan dampak resesi terhadap industri kuliner. Apakah industri kuliner akan bertahan di tengah resesi, atau justru malah jatuh? 

 

Setelah memastikan hal tersebut, kamu bisa mulai memutuskan untuk melakukan investasi atau tidak. 

 

  • Tidak terburu-buru

 

Kunci keberhasilan investasi lainnya adalah bersabar. Investasi saat resesi harus dilakukan dengan konsep investasi jangka panjang. Artinya, ketika kamu menanamkan saham di suatu perusahaan, kamu siap untuk mempertahankan dana tersebut dalam durasi waktu yang lama, setidaknya tujuh tahun. 

 

Dalam jangka pendek, nilai portofoliomu mungkin akan menurun. Ini hal yang wajar, khususnya di tengah ancaman resesi. Namun, jika kamu bisa bersabar, nilai tersebut bisa saja kembali mengalami peningkatan setelah perusahaan berhasil bertahan melewati masa resesi.

 

Oleh karena itu, jangan terburu-buru untuk menarik dana investasi. Sejak awal memutuskan untuk mulai berinvestasi, kamu harus siap untuk membiarkan dana tersebut sampai bertahun-tahun yang akan datang. 

 

  • Mengedukasi diri

 

Beberapa dari kamu mungkin sudah sering melakukan investasi. Akan tetapi, seahli apa pun kamu dalam hal investasi saham, jangan pernah berhenti untuk mengedukasi diri, khususnya ketika akan berinvestasi saat resesi.

 

Edukasi diri bisa dilakukan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tips melakukan investasi saat resesi. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca artikel investasi di internet, mengikuti saran dari para ahli investasi, mengikuti perkembangan situasi ekonomi di media, dan lain sebagainya.

 

Jenis Investasi yang Cocok Saat Resesi

 

Dilansir dari Kompas, investasi saat resesi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investor. Jika kamu mempertimbangkan investasi jangka pendek, maka instrumen investasi yang tepat adalah melalui deposito, reksa dana, obligasi, dan investasi emas. 

 

Untuk melakukan investasi dengan obligasi dan reksa dana, kamu tidak perlu mempersiapkan dana yang terlalu besar. Selain itu, obligasi cenderung memiliki risiko yang lebih rendah. Investasi dengan obligasi tergolong aman karena dilindungi oleh negara.

 

Deposito juga bisa menjadi instrumen investasi yang tepat, tapi tidak memberikan keuntungan yang besar. Hal ini dikarenakan oleh risiko deposito yang tergolong rendah. Ditambah lagi, biaya pajak deposito juga cukup tinggi.

 

Bila berencana untuk berinvestasi saham, sebaiknya lakukan investasi di industri yang memiliki prospek baik selama masa resesi. Industri-industri tersebut meliputi layanan komunikasi, energi, keuangan, kesehatan, teknologi, real estate, fast moving consumer goods, dan lain sebagainya.

 

Beberapa sektor industri memiliki prospek yang baik karena adanya perubahan permintaan pasar. Hal ini juga terjadi seiring dengan situasi pandemi yang tak kunjung usai.

Berhati-hatilah dalam memilih sektor industri. Jangan sampai, kamu melakukan investasi saat resesi di sektor industri dengan peluang kecil, seperti industri travel.