Beranda > Finansial > Ini Strategi Menyiasati Agar Keuangan Tetap Sehat Walau Harga Pangan Meroket

Ini Strategi Menyiasati Agar Keuangan Tetap Sehat Walau Harga Pangan Meroket

HENDRATANU WIJAYAHendratanu Wijaya
Ini Strategi Menyiasati Agar Keuangan Tetap Sehat Walau Harga Pangan Meroketwatermark

TUNAIKU.COM – Kalau kamu mengikuti tren berita belakangan ini, ada satu topik yang sangat mencuri perhatian. Cuaca di Jawa Tengah dan sekitar sedang dingin-dinginnya, bahkan di Dieng mencapai 0 derajat Celsius.

 

Dari topik pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa fenomena tersebut adalah fenomena tahunan di mana musim sedang beralih ke musim panas. Nah, saking hebatnya musim panas tahun ini digadang-gadang menjadi yang tergawat, sampai-sampai akan terjadi beberapa gagal panen.

 

Kalau banyak panen yang gagal, otomatis pasokan bahan makanan menjadi terbatas. Kalau sudah demikian, tentu saja akan berpengaruh ke harga pangan.

 

Sama seperti saat lebaran, harga pangan naik karena pasokan pangan yang terbatas, membuat beberapa orang salah langkah ketika belanja makanan.

 

Artikel terkait: Tips hidup hemat lainnya

  1. Untuk Pasangan Baru, Prioritas Keuangan Ini Nggak Boleh Kamu Lupakan
  2. Perangkat Ini yang Sering Bikin Boros Listrik di Rumah, Coba Dicek!
  3. Masalah Keuangan yang Harus Dihindari Agar Tidak Stres

 

Nah, agar hal tersebut enggak terulang, meski harga naik karena pasokan makanan yang tengah menipis, kamu perlu menerapkan strategi khusus untuk menyiasati hal ini.

 

Sebelum harga mulai meroket, sebaiknya kamu sudah bersiap-siap dengan membuat perencanaan keuangan, salah satu yang perlu kamu fokuskan tentu saja belanja bahan makanan.

 

Cuaca buruk memang nggak selalu terjadi, tetapi saat terjadi, bisa berlangsung cukup lama. Namun, perlu kamu ingat kalau hal tersebut belum akan berlangsung selamanya. Jadi saat hal tersebut terjadi, sebaiknya kamu sudah menyetok persediaan makan, setidaknya untuk satu bulan.

 

Kamu bisa memilih bahan-bahan makanan yang bisa disimpan di dalam freezer seperti nugget, kornet, sosis, dan lain sebagainya. Jadi, kamu hanya tinggal membeli sayuran untuk melengkapi menu harian. Dengan demikian, belanja makananmu nggak terlalu memberatkan.

 

Selain bahan makanan, kamu juga harus cakap mengelola keunganmu. Gunakan gajimu sebijaksana mungkin dan sedisiplin mungkin. Bagi gajimu ke dalam setiap pos-pos kebutuhan dan jangan sampai kamu menggunakan pos lain untuk pemenuhan kebutuhan lainnya.

 

1

 

 

 

Mobile Site CTA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lalu bagaimana apabila kamu bekerja sebagai pekerja lepas? Kalau kamu sebagai freelancer, dan upah-upahmu enggak masuk di satu hari yang sama, yang pertama kali harus kamu prioritaskan adalah tabungan.

 

Isi pos tabunganmu terlebih dahulu, lalu kebutuhan lainnya kamu sesuaikan dengan kondisi riil saat ini.

 

Begitu pula kalau kamu seorang wirausahawan. Sisihkan sedikit dari penghasilan-penghasilan harianmu untuk mengisi pos-pos kebutuhan dan tabungan atau investasi. Seenggaknya, 10-30% dari total penghasilan bulananmu.

 

Artikel terkait: Tips hemat lainnya

  1. 4 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Hemat Air di Dapur
  2. 10 Cara Ubah Lifestyle dan Bikin Pengeluaran Bulanan Lebih Hemat
  3. Tips siapkan Makan Siang dari Malam Sebelumnya Agar Hemat

 

Intinya, saat menghadapi lonjakan harga pangan, yang perlu kamu lakukan adalah menjadi lebih cermat mengelola keuangan, baik ketika menghitungnya, merencanakan, hingga memanfaatkannya.

 

Oiya, jangan lupa untuk menekan pengeluaranmu. Jangan sampai kamu sudah cermat menghitung semuanya, tapi gaya hidup tetap royal. Secermat dan sedetail apapun rencana keuanganmu, akan percuma saja.

 

Bagaimana dengan artikel yang kamu baca hari ini? Semoga bermanfaat untukmu, ya.

Jangan lupa, Tunaiku menyediakan pinjaman tunai cepat dan mudah, mulai dari Rp2-20 juta, yang bisa diangsur mulai dari 6-20 bulan. Yuk, ajukan pinjamanmu sekarang!


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett