SWARA – Membuka usaha online shop memang menjanjikan. Kamu nggak perlu mengeluarkan dana cukup besar untuk menyewa tempat. Kamu bisa buka lapak secara gratis dan tentunya nggak perlu membayar biaya promosi juga. Jualan pun bisa dikerjakan di mana-mana. Maka nggak heran, kalau banyak ibu-ibu rumah tangga yang membuka usaha online shop ini sebagai usaha sampingannya.

 

Artikel Terkait: Usaha yang Bisa Dijalankan oleh Ibu Rumah Tangga

  1. 7 Ide Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga dengan Modal Rp3 Juta
  2. 7 Ide Bisnis Modal Kecil untuk Ibu Rumah Tangga, Dapatkan Modalnya di Tunaiku
  3. Bagi Ibu Rumah Tangga yang Ingin Mulai Bisnis Online Shop, Pahami 5 Hal Ini Dulu Ya!

 

Sejatinya bisnis online shop ini memang mudah dan nggak perlu biaya lebih. Namun, kamu harus memperhatikan bahwa usaha ini pun harus paham soal pajak-pajak tertentu. Ini dia beberapa pajak yang harus diperhatikan pemilik online shop atau pelaku usaha e-commerce!

 

1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Sebenarnya, terhitung 1 Januari 2014 pemerintah telah menetapkan bagi pengusaha, termasuk pelaku e-commerce dengan omzet lebih dari Rp4,8 miliar per tahun diwajibkan mengajukan diri sebagai Pengusaha Kena Pajak atau yang biasa disingkat dengan PKP. Nah, PKP ini memiliki kewajiban membayar 10% PPN dari setiap transaksinya. 

 

Contoh penghitungannya seperti ini. Sebagai pelaku e-commerce, perusahaan Bambang membeli sebuah barang elektronik seharga Rp20 juta di perusahaan Selly. Oleh karenanya, perusahaan Bambang dikenakan pajak PPN sebesar 10% (Rp2 juta). Adapun nominal Rp2 juta itu dibayarkan ke kas negara melalui perusahaan Selly. Kemudian jika perusahaan Bambang menjual kepada pembeli senilai Rp25 juta, berarti pembeli tadi membayarkan PPN sebesar Rp2,5 juta. Nah, saat perusahaan Bambang menyetorkan PPN, dia bisa melampirkan faktur pajak dari perusahaan Selly tadi. Jadi, perusahaan Bambang pun tinggal membayar pajak sebesar Rp500 ribu (hasil selisih dari Rp2,5 juta dengan Rp2 juta).

 

Artikel Terkait: Hal-hal yang Berkaitan dengan Online Shop

  1. Intip Fitur-Fitur Whatsapp Business, Aplikasi Wajib Bagi Online Shop!
  2. 6 Kiat Sukses Rintis Bisnis Online Shop, Mudah dan Cepat Menghasilkan
  3. 7 Hal yang Harus Kamu Ketahui Agar Menjadi Konsumen Online Shop yang Bijak

 

2. Pajak Penghasilan

Sama dengan PPN, pajak penghasilan di sini ditujukan kepada pelaku usaha termasuk e-commerce yang omzet setahunnya bisa mencapai Rp4,8 miliar. Berdasarkan PP Nomor 46 tahun 2013, besaran PPh final usaha mikro kecil menengah (UMKM) adalah 1% dari omzet. Adapun penghitungan besaran omzet ini dilakukan oleh pelaku usaha sendiri selama satu bulan. Setelah mengetahui besaran omzet, barulah pengusaha tadi menghitung PPh final yang harus dibayar setiap bulannya.

 

Itu dia jenis pajak yang harus diperhatikan oleh pengusaha sekalipun mereka bergerak di bidang online. Tentunya mereka yang sudah terkena pajak ini yang sudah beromzet besar, ya.