SWARA – Bagi kamu para pemilik bisnis atau pengiklan, apakah kamu bertanya-tanya tentang peluang media luar ruang atau out of home advertising di tahun 2021 mendatang? Kalau iya, kamu bisa menjadikan hasil pengukuran dari Nielsen sebagai bahan pertimbanganmu.

 

Sejak pandemi melanda, kegiatan iklan di media luar ruang mungkin sudah mengalami penurunan. Hal ini sebenarnya cukup wajar, mengingat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat seluruh aktivitas masyarakat di luar rumah menjadi sangat terbatas.

 

Dalam kegiatan Nielsen Press Briefing yang berlangsung pada hari Rabu, 16 Desember 2020 lalu, Nielsen dan para pembicara lainnya membagikan pengetahuan mereka tentang prospek belanja iklan media luar ruang di tahun 2021.

 

Hasil Covid Special Survey oleh Nielsen

 

Pada Mei 2020 lalu, Nielsen melakukan survei terhadap 500 responden di 11 kota besar di Indonesia. Awalnya, memang terjadi penurunan pergerakan konsumen sebesar 50 persen sejak Covid-19. 

 

Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, aktivitas di jalanan mulai kembali mengalami peningkatan, khususnya setelah kebijakan PSBB dihentikan.

 

Survei tersebut juga menunjukkan adanya perbedaan strategi out of home advertising oleh setiap kategori. Misalnya, untuk kategori properti, penggunaan iklan didominasi dengan menggunakan midi.

 

Sementara, untuk kategori corporate, strategi iklan didominasi dengan billboard dan LED. Kemudian, untuk kategori finance, strategi masih didominasi oleh penggunaan LED saja.

 

Dari survei itu, Nielsen menyimpulkan bahwa meskipun situasi pandemi telah membatasi pergerakan sebagian besar masyarakat, saat ini media luar ruang masih memiliki potensi besar untuk menjangkau konsumen.

 

Karena, 2 dari 3 konsumen Indonesia masih banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Ini membuat mereka mendapat kesempatan untuk tetap terpapar oleh iklan dari out of home advertising.

 

Selain itu, kebutuhan pengiklan terhadap media luar ruang juga semakin meningkat. Para pemilik out of home advertising perlu semakin banyak melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

 

Strategi Memenangkan Perhatian Konsumen Lewat Out of Home Advertising

 

Selain Nielsen, kegiatan press briefing yang bertajuk “Media Luar Ruang: Bersiap untuk 2021” juga dihadiri oleh sejumlah pembicara. Salah satunya adalah Head of Marcom BCA Norisa Saifuddin. 

 

Saat diberi kesempatan untuk berbagi tentang praktik media luar ruang, Norisa memberikan contoh berdasarkan kampanye yang pernah dilakukannya untuk BCA. 

 

Menurut Norisa, ada tiga strategi utama yang bisa kita lakukan untuk memenangkan perhatian konsumen di jalanan. Strategi itu antara lain: 

 

 

  • Membuat engaging content

 

 

Konten yang menarik bisa didapatkan dengan memaksimalkan kekuatan visual dan teks dalam iklan. Buatlah konten visual yang menarik, membuat orang-orang sampai berhenti di jalan untuk memperhatikan iklan tersebut walau hanya sekilas. 

 

Kemudian, kekuatan teks juga tidak kalah penting. Dalam teks di iklan media luar ruang, kita harus mencantumkan call to action atau CTA yang tepat. Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan dari iklan kita pun bisa didapatkan oleh konsumen dengan jelas. 

 

 

  • Buat interaksi dengan konsumen

 

 

Tidak seperti media sosial, media luar ruang mungkin tidak bisa memberikan kita kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan para konsumen. Di sinilah tantangan kita untuk bisa membuat inovasi yang kreatif, supaya iklan kita bisa memicu interaksi dengan konsumen.

 

Misalnya, kamu bisa menggunakan LED di jalanan untuk menayangkan live tweet dari para konsumen. Dalam akun twitter, ajak para konsumen untuk membagikan cuitan mereka sesuai selera. Nantinya, semua cuitan itu akan dipublikasikan secara langsung di LED. 

 

 

  • Tingkatkan rasa penasaran konsumen

 

 

Kamu juga bisa menggunakan sarana iklan di media luar ruang untuk membuat konsumen penasaran dengan produkmu. Norisa memberikan contoh dari pemasangan QR code untuk iklan BCA di out of home advertising.

 

QR code itu bisa memberikan rasa penasaran bagi para konsumen. Konsumen mungkin bertanya-tanya apa yang ada di balik QR code itu, dan mendorong mereka untuk mencari tahu lebih jauh.

 

Setiap pemilik bisnis mungkin memerlukan strategi yang berbeda untuk menjangkau konsumen melalui out of home advertising. Apapun strateginya, kamu bisa mulai kembali menerapkannya di tahun 2021, karena prospek belanja iklan dari media luar ruang masih cukup tinggi.