SWARA – Membuka usaha bersama sahabat ataupun teman dekat memang sah saja dilakukan. Namun, pada dasarnya hal ini tidak dianjurkan. Menurut situs Wisebread, terdapat beberapa alasan yang mendasari kamu lebih baik tidak mengajak teman dekat untuk berbisnis atau melakukan proyek bersama. Meski tidak semuanya benar, potensi kerugian yang dialami akan besar di masa datang.

 

Jika risikonya harus kehilangan ikatan pertemanan, tentu saja ribet, bukan? Inginkah kamu tahu alasan mengapa kamu tidak disarankan membuka usaha dengan teman? Yuk, simak saja ulasan dari MoneySmart.

 

1. Loyalitas dan etos kerja merupakan dua hal yang berbeda

Loyalitas serta etos kerja adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu, janganlah membuka usaha dengan sahabat. Memang, dia adalah teman yang baik dan sangat loyal. Dia tidak mungkin meninggalkanmu di saat susah. Namun, loyal belum tentu disertai dengan etos kerja yang baik. Bisa jadi, dia loyal jika dijadikan partner usahamu. Dia rela nombok dan selalu ada di pihakmu.

 

Akan tetapi, berbeda halnya dalam urusan kerjaan karena dia selalu telat karena sudah menjadi kebiasaannya. Dia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan deadline yang ditetapkan. Bahkan, hasil kerjanya memang jauh dari kata perform. Hal tersebut justru akan merugikanmu.

 

2. Perdebatan dapat berujung pada kebencian

Tidak memungkiri bahwa perdebatan berujung pada kebencian. Mustahil dalam hal membuka usaha bisa terhindar sepenuhnya dari sebuah perdebatan. Oleh karena itu, janganlah membuka usaha dengan sahabat karena rawan memutus pertemanan baik karena sebuah perdebatan dalam pekerjaan yang menyangkut kemampuan diri.

 

Proses membangun usaha yang terkenal tentu tidak lepas dari hal tersebut. Alasannya, co-founder bisnis mempunyai pandangan masing-masing tentang mengembangkan usaha. Lantas, bagaimana jika kamu berdebat atau terpaksa ribut demi kebaikan usaha bersama sahabat sendiri? Tentu hal ini tidak bisa menjurus ke persoalan pribadi yang berujung pada kebencian satu sama lain.

 

Lambat laun, hal inilah yang pada akhirnya menimbulkan keretakan hubungan pertemanan dengan sahabatmu. Tentu kondisinya menjadi berbeda. Apakah yang akan kamu lakukan apabila kondisinya sudah seperti itu?

 

3. Sahabat kurang bisa menerima kritik

Namanya juga sahabat, jadi, dia akan menerimamu setiap saat, termasuk di masa-masa yang sulit. Mendengarkan semua keluh kesahmu ketika menghadapi persoalan dan mengorbankan hal yang seharusnya tidak dikorbankan demi kebahagiaanmu.

 

Sahabat juga kurang mampu menerima kritik yang datang darimu. Bayangkan, jika tiba-tiba kamu terpaksa harus mengkritik hasil kerja atau hasil karyanya dalam bisnis yang dijalankan bersama. Nyatanya, kritikan tersebut tidak akan pernah menjadi motivasi bagi sahabatmu. Ia justru mengalami demotivasi atau rusaknya hubungan pertemanan sebagai efek terburuk.

 

4. Saat terlibat masalah yang berkaitan dengan uang, semuanya akan hancur

Bukanlah sebuah hal yang sepele ketika kamu harus memecat sahabatmu. Bukan saja hubungan pertemanan yang hancur akibat materi, tapi juga hubungan kekeluargaan juga bisa. Bayangkan jika kamu membuka usaha dengan sahabat sendiri, lantas terdapat tindakan penyelewenangan dana yang ia lakukan dan hal tersebut tertangkap basah olehmu. Pasti menjadi sebuah dilema.

 

Uang memang mampu membutakan mata siapa pun di dunia ini, termasuk diri sendiri. ketika sahabat yang membantumu dalam dunia bisnis tersebut melakukan tindakan tercela dan berkaitan dengan uang, tentu bukan hanya hubungan pertemanan yang rusak. Hubungan dengan pihak lainnya akan rusak, terutama apabila kamu menutupi keburukannya. Tentu bukan hal yang bijak.

 

5. Bukan urusan sepele memecat sahabat

Ketika membuka usaha dan mempunyai karyawan, melakukan pemecatan tentu menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Terlebih apabila kinerja bisnis tidak sesuai harapan. Akan tetapi, bagaimana apabila yang kamu pecat adalah sahabatmu sendiri? Apakah kamu tega?

 

Seseorang yang dipecat, tentu akan kehilangan sumber pendapatan. Tidak ada jaminan juga bahwa ia akan mudah dalam mencari pekerjaan atau proyek di kemudian hari, berhubung persaingan di dunia usaha juga cukuplah ketat. Yakin kamu berani memecat sahabat sendiri?

 

Itulah lima alasan mengapa kamu diharapkan jangan membuka usaha dengan sahabat sendiri. Mitra bisnis tentu berbeda dengan sahabat, komitmen mereka untuk berada di sisimu juga berbeda. Meskipun sahabat adalah orang pertama yang mengerti dirimu, belum tentu ia mampu menjadi orang yang menguntungkan untuk bisnismu. Bisa jadi justru lebih santai dalam bekerja.

 

Dapatkan kredit tanpa agunanmu sekarang juga hanya di Tunaiku. Klik di sini untuk ajukan pinjaman sebesar Rp2-20 juta rupiah dengan waktu angsuran 6-20 bulan!